Bahas Kerja Sama Pertahanan, KSAU Lakukan Bilateral Meeting Dengan Sejumlah Pemimpin AU

Canberra (IDM) - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melakukan pertemuan bilateral guna membahas sejumlah kerja sama dengan sejumlah pimpinan angkatan udara di sela-sela konferensi international Air and Space di Australia, Rabu (23/2).
Pada pertemuan dengan US Deputy Under Secretary of Air Force, Kelli Seybolt, Fadjar berharap pemerintah Amerika Serikat memberikan kesempatan yang lebih banyak terkait program pendidikan untuk perwira TNI Angkatan udara melalui program FMS (Foreign Military Sales).

Setelah bertemu Kelli Seybolt, berikutnya Fadjar melakukan pertemuan dengan Commander Pacific Air Forces (PACAF) General Kenneth S. Wilbach dan menyatakan komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama bidang latihan bersama.
Selanjutnya, Fadjar melakukan pertemuan dengan Commander Papua New Guinea Defence Force (PNGDF) Maj.Gen. Mark Goina. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin ini sepakat meningkatkan kerja sama bilateral aspek udara. Fadjar pun menyarankan Athan PNG untuk berkunjung ke Mabesau,Jakarta, guna membahas rencana tersebut dengan menjajaki kemungkinan dilaksanakan forum discussion group (FGD) atau joint working group (JWG).

Setelah bertemu Goina, Fadjar melanjutkan pertemuan bilateral dengan UN Military Advisor, Gen Diop.
“Saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi aktif Indonesia dalam misi UN dan berharap pemerintah Indonesia dan TNI dapat mendukung dan berpartisipasi pada misi UN,” ujar Diop.
Pertemuan bilateral berikutnya dilakukan Fadjar dengan Commander Philippine Air Force (PAF) General Canlas. Kedua pejabat sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama. Pada aspek udara, Fadjar mengajak PAF memulai kerja sama dengan diskusi pengalaman penggunaan pesawat T/FA-50, termasuk penggunaan simulator T-50 di Filipina.

Sementara Canlas menyampaikan minatnya kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) dengan Indonesia, karena Filipina juga termasuk negara rawan bencana. Selain itu dirinya mengundang Fadjar untuk hadir di kegiatan ADAS 2022 di Filipina. (nhn)
Hankam

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran
Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































