Atlet Paralayang TNI AU Sabet Gelar Juara Pertama pada Kejuaraan Paralayang Dunia

Jakarta, IDM - Serda Yuda Maisa Putra berhasil menyabet gelar juara pertama pada Kejuaraan Dunia Paralayang Meghalaya Open Paragliding Championship & Asian League Qualification di Rapleng, India.
Yuda berhasil menjadi peringkat pertama pada kategori Kelas Putra dengan mengalahkan atlet paralayang internasional lainnya yang berasal dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Vietnam, Singapura, Thailand, Nepal, Korea Selatan, dan India.
Selain Yuda, atlet Indonesia lainnya yang menorehkan prestasi yakni Ardiansyah Mega Putra dan Serda Wara Erika Yolanda Putri.
Ardiansyah yang merupakan atlet Jawa Timur binaan Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, berhasil menempati peringkat ketiga pada kategori Kelas Putra. Sementara Serda Wara Erika memperoleh juara ketiga pada Kelas Putri. Erika merupakan anggota Pusat Pembinaan Potensi Dirgantara TNI Angkatan Udara (Puspotdirga).
Baca: KSAU Kepada Seluruh Komandan Satuan TNI AU: Jaga Sinergisitas TNI AU dengan Pemerintah
"Pada kejuaraan tersebut, TNI AU mengirimkan 4 atlet yang terdiri dari 3 putra dan 1 putri. Setelah bertanding selama 4 hari, sejak 7 sampai 10 Desember 2022 di pegunungan Rapleng Meghalaya India, atlet Indonesia mampu menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet gelar juara," demikian dikutip dari keterangan Dispenau.
Atas prestasi membanggakan tersebut, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) sebagai organisasi yang menaungi olahraga paralayang memberikan apresiasi positif dan mengungkapkan rasa bangga mereka kepada tim atlet paralayang Indonesia. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































