Athan Timor Leste Kunjungi Akmil Bahas Pertukaran Taruna dan Tenaga Pendidikan

Jakarta, IDM – Atase pertahanan (Athan) Timor Leste, Kolonel Freitas (Maubuti) mengunjungi Akademi Militer (Akmil) Magelang. Kedatangannya disambut langsung Gubernur Akmil Mayjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha beserta staf dalam acara Courtesy Call yang berlangsung di Guest Room Soedirman, Main Hall Akademi Militer.
Baca Juga: Kunjungi Jayapura, Pangkoarmada III Cek Kesiapan Tim Reaksi Cepat Satrol Lantamal X
"Sebagai Gubernur Akademi Militer, saya memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan kerja sama ini. Jika selama kunjungan ada yang ingin ditanyakan, silakan langsung bertanya kepada kami. Kami beserta seluruh staf akan dengan senang hati memberikan jawaban dan informasi," kata Gubernur Akmil seperti dikutip dari keterangan Puspen TNI, Rabu, (29/5).
Baca Juga: TNI Kerahkan 4.800 Prajurit Amankan Kunker Jokowi di Sumatera Selatan
Ia berharap, melalui kunjungan dan komunikasi ini, program-program yang dapat dimediasi oleh Atase Pertahanan Timor Leste, seperti pertukaran taruna kedua negara, pertukaran perwira tenaga pendidik, serta program-program lainnya, dapat berjalan lebih baik sesuai harapan bersama. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































