HANKAM

Atasi Krisis Air Bersih, Unhan RI Bangun 11 Sumber Mata Air di Sumbawa

Amarulla Octavian
Rektor Unhan RI Laksdya TNI Amarulla Octavian (tengah) saat meresmikan 11 titik mata air di Sumbawa. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM - Rektor Universitas Pertahanan RI, Laksdya TNI Amarulla Octavian terus menindaklanjuti arahan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto. 

Mengutip laman resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, salah satu yang terbaru melalui  pengadaan sumber mata air di 11 titik sumber mata air di Sumbawa, Minggu (28/5). Peresmian belasan mata air itu dilakukan usai pembangunan 20 titik lainnya. 

“Proyek ini, di Pulau Lombok sudah dibangun 20 titik sumber dan fasilitas air bersih serta sudah diresmikan Menhan Prabowo pada bulan Februari lalu," ujar Octavian. 

Baca Juga: Dankormar Sematkan Baret Ungu kepada 462 Prajurit Muda Korps Marinir

"Kemudian ini berlanjut ke Sumbawa ada 11 titik tambahan dan alhamdulillah semua titik tesebut sudah berfungsi baik dan dapat dinikmati masyarakat," sambungnya. 

Menhan Prabowo sebelumnya memberikan tugas kepada Unhan RI untuk mewujudkan program penyediaan fasilitas sumber air bersih sebagai solusi nyata terhadap krisis air di Nusa Tenggara Barat. 

“Kemhan dan Unhan RI akan terus mengupayakan perluasan jangkauan program ini sehingga semua desa mendapatkan air bersih. Itu perjuangan kita,” kata Prabowo. 

Baca Juga: Wakili Menhan Prabowo, Herindra Terima Dua Unit Kapal Pemburu Ranjau Terbaru

Sebanyak 11 titik fasilitas mata air bersih dibangun di sejumlah desa yang tersebar di empat Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB. Berbagai pengujian telah dilakukan untuk memastikan kualitas mata air. 

"Berdasarkan parameter fisika, kimia, biologi telah memastikan pemenuhan kriteria dengan kualitas air yang tidak bau, tidak berwarna dan tidak berasa," tulis keterangan dari Kemhan RI. 

Dengan peresmian sejumlah titik air bersih tersebut diharapkan dapat memenuhi sumber kebutuhan air bersih untuk meningkatkan hasil produksi ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat NTB. (un) 

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.