Asops TNI Tinjau Kesiapan KRI Radjiman untuk Dikirim ke Gaza

Jakarta, IDM – Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen Gabriel Lema meninjau kesiapan Satgas Brigade Komposit TNI Kontingen Garuda untuk ke Gaza, Palestina, salah satunya melihat KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 di dermaga Kolinlamil, Jakarta, Kamis (13/6).
Selain kapal bantu rumah sakit milik TNI AL tersebut, Gabriel juga meninjau kesiapan unsur helikopter serta personel Satgas Brigade Komposit TNI Kontingen Garuda yang akan dikirim ke Gaza, Palestina.
Pada kesempatan tersebut, Gabriel menerima paparan kesiapan dari Komandan KRI Radjiman Kolonel Laut (P) Bayu Dwi Wicaksono hingga perencanaan penyiapan satuan tugas Brigade Komposit TNI Kontingen Garuda oleh Direktur Pembinaan Latihan (Dirbinlat) PMPP TNI Kolonel Inf Andreas.
Baca Juga: Pemerintah Jajaki Kemungkinan Renovasi Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Dalam sambutannya, Gabriel menyampaikan peran KRI sangat penting dalam membawa persediaan medis dan peralatan kesehatan rumah sakit ke Gaza, Palestina.
"Persediaan medis dan peralatan rumah sakit yang kita miliki (tergolong) fasilitas sangat lengkap dibutuhkan untuk menangani krisis kesehatan yang ada di wilayah Gaza, Palestina," ujar Gabriel, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (14/6).
"Siapkan segala persyaratan dan ketentuan kelengkapan dokumen, laksanakan pemeriksaan kesiapan peralatan dan siapkan personel yang benar-benar siap untuk melaksanakan penugasan," lanjutnya.
Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen Nugraha Gumilar mengungkapkan sampai saat ini TNI terus mematangkan persiapan Brigade Komposit yang diproyeksikan bertugas membantu warga Gaza, Palestina.
Baca Juga: Simbol Kebanggaan TNI AU, KSAU Resmikan Relokasi Monumen Pesawat A-4 Skyhawk di Lanud BNY Lampung
Selain persoalan teknis, Nugraha menerangkan pihaknya juga melakukan serangkaian tes untuk memastikan kesiapan fisik dan mental prajurit sebelum mengemban tugas. Hal ini dilakukan selama menunggu amanat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Brigade Komposit kita siapkan sambil menunggu mandat dari PBB," jelas Nugraha saat dihubungi pada Rabu (12/6).
"Setiap prajurit yang akan tugas baik dalam negeri atau luar negri akan melalui tes kesehatan, jasmani, psikologi dan lain-lain," tambahnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































