Asops KSAD Terbang ke Afsel Cek Misi Satgas Konga di Bangui, Berberati dan Baiki

Jakarta, IDM - Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops KSAD) Mayjen TNI Dian Sundiana terbang ke Afrika Selatan mengunjungi prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kompi Zeni (Kizi) TNI Konga XXXVII-J/MINUSCA CAR di Republik Afrika Tengah, Bangui.
Baca Juga: Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa Resmi Jabat Pangkostrad
Dalam keterangan tertulis Penerangan Satgas, Jumat, (8/12/2023) kunjungan ini untuk mengetahui tentang situasi terkini daerah misi baik di Bangui, Berberati dan Baiki serta kondisi seluruh personel.

Asops KSAD pun memberikan apresiasi kepada personel satgas KIZI TNI KONGA XXXVII-J /Minusca CAR yang telah menjalin hubungan baik dengan personel kontingen satgas lainnya yang berasal dari berbagai negara.
Baca Juga: TNI AL dan Angkatan Laut Vietnam Bahas Strategi Stabilitas Perairan Teritorial
"Asops KSAD juga tidak henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh personel satgas agar selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, selalu menjaga kesehatan dan mengutamakan faktor keamanan dalam bekerja," tulis keterangan tersebut. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































