Asops KSAD Kunjungi Pasukan Garuda UNIFIL di Lebanon

Jakarta, IDM - Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops KSAD) Mayjen TNI Ainurrahman mengunjungi Pasukan Garuda Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-P/UNIFIL 2022 di United Nations Post (UNP) 7-1, Aadchit Al-Qusayr, Lebanon Selatan, Rabu (25/5).
Kedatangan Mayjen TNI Ainurrahman di UNP 7-1 disambut langsung oleh Deputy Commander (DCO) Sector East, Dansatgas Force Headquarters Support Unit (FHQSU) Dansatgas Sector East Military Police Unit (SEMPU), Dansatgas Force Protection Company (FPC), Dansatgas Force Commander Civilian Military Coordination (CIMIC), Dansatgas Military Community Outreach Unit (MCOU), Dansatgas Level II Hospital serta seluruh prajurit yang tergabung dalam Kontingen Garuda.

Dalam sambutannya Ainurrahman, menyampaikan ini adalah bentuk dukungan moril dari pimpinan TNI AD kepada prajurit TNI yang sedang bertugas menjaga perdamaian di wilayah Lebanon Selatan.
Ucapan terima kasih dan rasa bangga kepada seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas FPC, FHQSU, CIMIC, MCOU, SEMPU, Hospital Level II, serta Indobatt atas dedikasi dan pengabdiannya dalam misi menjaga perdamaian dunia, ujar Ainurrahman.
"Pertahankan kondisi ini hingga selesai tugas", tutup Ainurrahman. (gin)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































