HANKAM

Askomlek KSAL Tinjau Kondisi Peralatan Komunikasi Pasmar 3 Sorong

Askomlek KSAL Tinjau Kondisi Peralatan Komunikasi Pasmar 3 Sorong
Dok: Dispen Kormar

Jakarta, IDM - Danpasmar 4 Brigjen TNI (Mar) Y Rudy Sulistyanto, menerima kunjungan kerja Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlek KSAL) Laksamana Muda TNI Tunggul Suropati, untuk meninjau sarana dan prasarana alat komunikasi, Sorong, Papua Barat, Selasa (27/9).

Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Kamis (29/9), Rudy menyambut hangat kunjungan kerja dari Tunggul di Mako Pasmar 3. Rudy mengucapkan terima kasih kepada Tunggul beserta rombongan, karena telah meluangkan waktu untuk melaksanakan kunjungan kerja di Pasmar 3.

Dok: Dispen Kormar

Selanjutnya, Tunggul menerima paparan tentang jumlah maupun kesiapan kondisi peralatan komunikasi di jajaran Pasmar 3 yang disampaikan oleh Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Danpasmar 3 Letkol (Mar) Arip Supriyadi.

Setelah menerima paparan, Tunggul berkesempatan melaksanakan tour facility untuk meninjau pembangunan di lingkungan Kesatrian Marinir Agoes Soebekti.

Tunggul yang didampingi Paban I Ren Skomlekal Kolonel Laut (P) Wiedo Ananta, juga meninjau sarana dan prasarana alat komunikasi lainnya di Sorong yang meliputi Koarmada III dan Lantamal XIV. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.