Asah Kemampuan Prajurit, Yonmarhanlan III Laksanakan Latihan Operasi Pertahanan Pantai

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) III Jakarta melaksanakan latihan Operasi Pertahanan Pantai (latopshantai) Koarmada I TA. 2023 di Pantai Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, Kamis (2/11).
Mengutip keterangan Dispenal Minggu (5/11), langkah tersebut digelar untuk mengasah kemampuan tempur dan profesionalisme prajurit. Latopshantai digelar sepanjang 19 Oktober - 3 November 2023.
Baca Juga: Kibarkan Bendera di Langit Kertajati, TNI AL Raih Rekor MURI
Sejumlah latihan yang dilakukan meliputi tahap persiapan, drill, geladi posko, hingga manuver lapangan. Komandan Yonmarhanlan III, Mayor (Mar) Daniel Rudy Siswanto mengatakan operasi pertahanan pantai merupakan operasi tempur yang penting untuk mempertahankan wilayah negara.
"Latihan ini merupakan salah satu program pembinaan kemampuan prajurit untuk menjaga kesiapan tempur," kata Daniel.
Baca Juga: Satgas MTF TNI di Lebanon Latihan Antisipasi Peningkatan Konflik Israel-Hamas
"Diskusikan taktik secara totalitas, sehingga prajurit Yonmarhanlan lll selalu siap menjalankan setiap tugas yang diberikan," tutup dia. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































