AS, Indonesia dan Australia Peringati 84 Tahun Pertempuran Selat Sunda

Jakarta, IDM – Dalam rangka memperingati 84 tahun Pertempuran Selat Sunda, perwakilan Amerika Serikat (AS) bersama Angkatan Laut Australia dan Indonesia melakukan upacara dan tabur bunga di perairan tersebut pada beberapa waktu lalu.
Upacara ini merupakan bentuk penghormatan atas keberanian dan pengorbanan tertinggi para pelaut dan marinir yang gugur dalam pertempuran Perang Dunia II tersebut, khususnya awak USS Houston (CA-30) dan HMAS Perth I yang tenggelam di Teluk Banten pada 1 Maret 1942. Kegiatan ini juga menegaskan peran Indonesia sebagai penjaga perairan tempat peristirahatan terakhir kapal perang yang menjadi makam kedaulatan tersebut.
“Pada hari ini kita mengenang para pelaut USS Houston dan HMAS Perth yang gugur dalam Pertempuran Selat Sunda,” ujar Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedubes AS di Jakarta, Peter Haymond, melansir keterangan tertulis, Jumat (27/2).
Baca Juga: Pasukan Perdamaian TNI di Kongo Sambut Penyerahan Diri 80 Militan
“Bersama mitra Indonesia dan Australia, kita diingatkan bahwa kebebasan dapat tetap terus terjaga melalui kemitraan, pengorbanan, dan komitmen bersama untuk merawat warisan sejarah ini bagi generasi mendatang," ungkapnya.
Penyelenggaraan peringatan di atas kapal TNI AL menegaskan kuatnya hubungan pertahanan maritim trilateral sekaligus tanggung jawab bersama dalam melindungi makam perang yang berdaulat serta warisan maritim. Kegiatan ini turut menunjukkan komitmen untuk menjaga ingatan sejarah dan persahabatan antarbangsa yang terus membentuk kerja sama kawasan.
Upacara itu juga memperkuat kerja sama antara ketiga negara dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik sekaligus mendorong upaya perlindungan situs warisan seperti Teluk Banten. Sejumlah langkah yang tengah dilakukan antara lain melalui program hibah Ambassadors Fund for Cultural Preservation (AFCP) oleh Kedutaan Besar AS, pemanfaatan program Overseas Humanitarian, Disaster, and Civic Aid (OHDACA) untuk mendukung masyarakat sekitar, serta rencana survei bersama angkatan laut kedua negara pada 2026 di lokasi bangkai kapal.
Baca Juga: Presiden Prabowo dan MBZ Perkuat Hubungan Bilateral Menuju Kemitraan Strategis Baru
Pertempuran Selat Sunda merenggut 696 pelaut dan marinir AS setelah pertempuran sengit pada malam hari di lepas pantai Jawa. Dari 368 awak USS Houston yang selamat dari tenggelamnya kapal, banyak yang tetap melakukan perlawanan meski ditawan di Jawa, Singapura, Myanmar, Thailand, dan Jepang.
Hingga akhir perang, 291 awak USS Houston kembali ke AS sebagai pahlawan. Sejak 1945, USS Houston Survivors Association and Next Generations, yang sebelumnya bernama USS Houston Survivors Association, rutin menggelar pertemuan tahunan di Houston, Texas, untuk mengenang para awak kapal tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































