Antisipasi Serangan Konflik Israel-Hamas, Prajurit TNI di Libanon Dilatih Evakuasi Diri dan Pengamanan

Jakarta, IDM - Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono, mengungkapkan Satgas TNI Konga United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilatih evakuasi diri untuk antisipasi serangan dari konflik Israel dan Hamas.
Ia mengungkapkan, saat konflik Israel dan Hamas pecah sejak 7 Oktober lalu, prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di wilayah Libanon tersebut sudah mulai berlatih evakuasi keesokan harinya.
"Mereka tanggal 8 Oktober sudah mulai melakukan latihan evakuasi, latihan penyelamatan diri, latihan pengamanan di area situ," kata Julius di kompleks Puspen TNI, Jakarta, Kamis (26/10).
Baca Juga: TNI Bantah Markas PBB Indonesia di Libanon Nyaris Kena Mortir: Prajurit Aman
Julius menjelaskan, pasukan perdamaian PBB sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP) untuk evakuasi atau penyelamatan diri jika terjadi serangan yang menyasar prajurit di tengah eskalasi konflik.
"PBB sudah memiliki SOP bagaimana untuk evakuasi maupun standar tertentu apabila pasukan PBB diserang oleh pihak lain," ujar Julius.
Sebelumnya, beredar di media sosial mengenai tembakan mortir ke arah Markas Pasukan Perdamaian PBB di Libanon Selatan. Namun, Julius meluruskan narasi serangan mortir dari konflik Israel-Hamas itu adalah tembakan flare atau suar.
Baca Juga: Salami Semua Prajurit, KSAD Dudung Abdurachman Pamit dari Mabesad
"Roket flare untuk menerangi kegelapan malam, durasinya sekitar 40 detik biar terang. Musuh atau pihak yang melemparkan roket akan melihat aktivitas, posisi dari area tersebut, dan ini sudah diantisipasi," terangnya.
Saat ini di Libanon terdapat 1.229 prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB dan berjaga di daerah selatan dan di sepanjang perbatasan darat dan laut Israel-Libanon. (at)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































