HANKAM

Antisipasi Ancaman Perang Modern, Belasan Perwira TNI AU Ikuti Pendidikan Perang Elektronika

perwira TNI AU
Belasan perwira TNI AU yang mengikuti pendidikan perang elektronika atau electronic warfare course (EWC) di MASS Consultant, Inggris. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengirim 15 perwira untuk mengikuti pendidikan perang elektronika atau electronic warfare course (EWC) di MASS Consultant, Lincolnshire, Inggris selama tiga minggu, mulai dari 5 - 21 Juli 2023.

Pada dasarnya, pengiriman perwira TNI AU untuk menempuh pendidikan dan pelatihan di luar negeri menjadi wujud nyata atas upaya kesinambungan TNI AU dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dengan demikian, mereka akan semakin optimal dalam menjalankan tugas pokok dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia.

Baca Juga: KSAU Hadiri Global Air and Space Chief’s Conference 2023, Ini Fokus Pembahasannya

Sementara itu, pendidikan ini secara khusus bertujuan untuk mempersiapkan para perwira TNI AU untuk menghadapi potensi ancaman perang modern.

Selama berada di MASS Consultant, mereka berkesempatan untuk mengikuti simulasi pertempuran modern dengan menggunakan peralatan yang telah disiapkan di MASS Consultant.

perwira TNI AU
(Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Adapun materi yang mereka peroleh selama mengikuti pendidikan ini meliputi Electromagnetic Fundamentals, Radar Theory, Integrated Air Defense System (IADS), serta IR and RF Threat System.

Selanjutnya mereka juga akan belajar mengenai Electronic Countermeasure, Electronic Support System, Protection Electronic, Attack Electronick Warfare, Signal Intelligent Analysis (SIGIN), Electronic Intelligent Analysis (ELINT), Target Track, dan Electronic Warfare pada pelaksanaan latihan maupun operasi.

Baca Juga: Panglima Yudo Mutasi 176 Pati, Ajudan Wapres Jadi Danguspurla Koarmada I

Dikutip dari keterangan TNI AU dalam akun instagram @militer.udara, Jumat (14/7) disebutkan, kelima belas perwira TNI AU yang mengikuti pendidikan ini yakni Mayor Lek Mahesa Adil Sabdojati sebagai ketua delegasi, Mayor Pnb Ferry Rahman, Mayor Pnb Oliv Rizando, Mayor Pnb Satria Tikwana, Mayor Lek Arif Syamsul, dan Mayor Lek Rangga Koes Wibawa.

Selanjutnya, terdapat nama Kapten Lek Ilhan Hafriz, Kapten Lek Paulus Rosi, Kapten Pnb Marko Andersen, Kapten Lek Nenda, Kapten Pnb Didik Firmansyah, Kapten Pnb Maulana Zulfiqar, Kapten Pnb Putu Merta, Lettu Lek Abrar, serta Lettu Lek Hendrawan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.