KSAU Hadiri Global Air and Space Chief’s Conference 2023, Ini Fokus Pembahasannya

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menghadiri Global Air and Space Chief’s Conference 2023 yang digelar di IET Savoy Place, London, Inggris, Kamis (13/7).
Keikutsertaan KSAU dalam forum internasional ini menjadi penting lantaran dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk bertukar pikiran dan pengetahuan dalam membantu TNI Angkatan Udara (TNI AU) menjalankan tugas pokoknya untuk menjaga kedaulatan udara Indonesia, mengantisipasi potensi ancaman kini dan di masa depan, serta merumuskan perencanaan pembangunan kekuatan air power.
Baca Juga: KSAL Ali Bertemu Pimpinan AL Singapura di Mabesal, Ini yang Dibahas
Lebih dari 50 pimpinan angkatan udara dan antariksa dari seluruh dunia ambil bagian dalam acara ini. Sejumlah pembicara pun turut dihadirkan.

Dikutip dari keterangan Dispenau, Jumat (14/7), pada penyelenggaraan hari kedua Global Air and Space Chief’s Conference 2023, petinggi angkatan udara dunia yang hadir sebagai pembicara antara lain James Heappey MP Minister of State (Minister for Armed Forces and Veterans), serta Air Chief Marshal Sir Rich Knighton (Chief of the Air Staff, Royal Air Force).
Nama lainnya adalah Air Marshal Robert Chipman (Chief of the Air Force, Royal Australian Air Force), dan General B Chance Saltzman (Chief of Space Operations, United States Space Force).
“Dalam sesi tersebut dibahas mengenai perspektif strategis dan prioritas angkatan udara masing-masing negara. Topik ini juga mencakup kesiapan tempur yang ada saat ini dan di masa depan dengan merujuk pada ketangkasan, fleksibilitas, serta kekuatan udara yang mematikan,” tulis TNI AU.
Baca Juga: Pesan KSAD untuk 356 Lulusan Akmil: Perwira Muda Harus Adaptif
Sementara itu, dalam sesi Space & Emerging Technology, para akademisi dan praktisi udara terkemuka menyoroti bagaimana perkembangan teknologi yang berbasis kekuatan udara dapat secara pararel meningkatkan komersialisasi dan militerisasi.
“Bagaimana kemampuan di udara dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kebaikan bersama, khususnya dalam menangani beberapa tantangan eksistensial bagi spesies dan planet kita. Selain itu, perlu juga mempertimbangkan kemungkinan teknologi baru yang dapat menawarkan solusi atas beragam tantangan yang dihadapi oleh angkatan udara,” pungkas TNI AU. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































