Angkatan Laut Indonesia dan Malaysia Latihan Bersama Malindo Jaya

Surabaya, IDM - TNI AL dan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), menggelar latihan bersama Malindo Jaya dari 29 Agustus–3 September 2022 dengan melaksanakan tahap harbour phase, sea phase, dan post-phase.
Dalam pelaksanaannya, latihan ini akan melibatkan empat buah kapal perang yang terdiri dari KRI RE Martadinata-331, KRI Tombak-629, dan helikopter Panther dari TNI Angkatan Laut. Sedangkan dari TLDM menyertakan KD Sri Indera Sakti-1503, dan KD Leiku-30.
Latihan yang bertujuan meningkatkan kerjasama militer antara Indonesia dan Malaysia (military to military) ini dibuka oleh Pangkoarmada II Laksamana Muda TSNB Hutabarat, dan dihadiri langsung Panglima Armada Barat Laksamana Madya Datuk Abu Bakar Bin Mohd Ajis, Surabaya, Senin (29/8).
TSNB Hutabarat menyampaikan, latihan ini memiliki manfaat yang besar, baik dalam meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, maupun hubungan kedua angkatan laut.
"Latihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan taktik, teknik, dan prosedur operasi pertempuran laut," terangnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.
Dari pelaksanaan latihan ini, diharapkan memberikan tambahan pengalaman dan meningkatkan profesionalisme prajurit kedua angkatan laut. Untuk itu, kepada peserta latihan ia berpesan, agar memanfaatkan latihan dengan baik, melaksanakan setiap tahap dengan kesungguhan serta memahami fungsi dan tugas masing-masing.
"Atas nama pemimpin TNI AL, saya menyampaikan terima kasih kepada Tentara Laut Diraja Malaysia yang senantiasa memelihara hubungan kerja sama antara TLDM dan TNI AL. Semoga kita dapat terus meningkatkan kualitas kerja sama di waktu-waktu yang akan datang," harapnya.
Dalam kesempatan ini, Panglima Armada Barat TLDM berkesempatan melaksanakan kunjungan ke Monumen KRI Nanggala-402, sekaligus memberikan penghormatan kepada para ABK KRI Nanggala yang telah gugur dalam melaksanakan tugas. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































