Angkatan Laut Cina Beberkan Pendekatan Kerja Sama Keamanan Maritim

Makassar, IDM - Angkatan Laut Cina menekankan, perbedaan sistem pemerintahan dan aturan setiap negara, tidak menjadi “problem” untuk melakukan kerja sama dalam memperkuat prosedur penegakan keamanan maritim.
Hal tersebut dikatakan oleh Komandan Laut Armada Selatan Laksamana Madya Ju Xinchun dalam sesi tanya-jawab di International Maritime Security Symposium (IMSS), Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (6/6).
“Jika semua angkatan laut (memiliki aturan) yang sama, tidak ada urgensi bagi kita untuk saling bertukar atau bekerja sama,” kata Xinchun saat menjawab salah satu pertanyaan dari delegasi Angkatan Laut Sri Lanka.
Baca Juga: Momen KSAD dan Pangkostrad Naik Rantis Tinjau Pembangunan Rumah Prajurit
Sebelumnya, dalam sesi tanya-jawab tersebut, delegasi Sri Lanka menanyakan pendekatan Angkatan Laut Cina dalam melakukan kerja sama dengan negara lainnya, untuk mencapai penguatan keamanan maritim.
“Bagaimana penegakkan hukum dapat diperkuat ketika kita memiliki sistem pemerintahan, organisasi, dan aturan yang berbeda?,” tanya delegasi Sri Lanka tersebut kepada Xinchun.
Xinchun pun menjelaskan, perbedaan dari berbagai angkatan laut setiap negara, baik dari posisi geografis hingga siistem pemerintahan sekalipun adalah prasyarat untuk melakukan kerja sama dan pertukaran antarnegara.
Baca Juga: TNI AU Kerahkan Sukhoi dan Boeing Meriahkan Pembukaan MNEK 2023
Namun, ia kembali menekankan tiga prinsip yang harus disepakati ketika melakukan kerja sama keamanan maritim dengan negara lainnya, pertama adalah saling menghormati dan berkoordinasi.
“Kedua, prinsip saling menguntungkan dan ketulusan serta yang ketiga adalah kerja sama yang luas, tidak hanya terbatas pada area atau kelompok tertentu,” jawab Xinchun. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































