Aksi Terjun Payung Accuracy 40 Prajurit Yontaifib 2 Marinir

Sidoarjo, IDM - 40 penerjun Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 2 Marinir berlatih terjun payung accuracy Standar Kemampuan Perorangan Lanjutan (SKPL) aspek udara, dipimpin Danyontaifib 2 Marinir Mayor (Mar) Suherman selaku Pimpinan Latihan (Pimlat), Sidoarjo, Kamis (1/9).
Dari jumlah 40 penerjun, dibagi menjadi empat shorty yang masing-masing melakukan dua run pada ketinggian 6000 kaki, menggunakan pesawat Cassa NC-212 Skuadron 600 Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Surabaya, dengan Dropping Zone (DZ) di hanggar Helly Skuadron 400.
Sebelum melaksanakan penerjunan, ke-40 penerjun menjalani pemeriksaan kesehatan, ground training, dan briefing kepada seluruh penerjun serta evaluasi kegiatan untuk melihat hasil dari latihan yang telah dilaksanakan dengan harapan agar kemampuan prajurit Taifib selalu terjaga dan meningkat.
"Pelaksanaan kegiatan ini untuk melatih dan mempertajam kemampuan terjun payung accuracy tingkat perorangan, demi menunjang pelaksanaan terjun akurasi yang bertujuan ketepatan dalam pendaratan," kata Suherman, dikutip dari keterangan Dispen Kormar. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































