HANKAM

Aksi Terjun Payung Accuracy 40 Prajurit Yontaifib 2 Marinir

Aksi Terjun Payung Accuracy 40 Prajurit Yontaifib 2 Marinir
Dok: Dispen Kormar

Sidoarjo, IDM - 40 penerjun Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 2 Marinir berlatih terjun payung accuracy Standar Kemampuan Perorangan Lanjutan (SKPL) aspek udara, dipimpin Danyontaifib 2 Marinir Mayor (Mar) Suherman selaku Pimpinan Latihan (Pimlat), Sidoarjo, Kamis (1/9).

Dari jumlah 40 penerjun, dibagi menjadi empat shorty yang masing-masing melakukan dua run pada ketinggian 6000 kaki, menggunakan pesawat Cassa NC-212 Skuadron 600 Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Surabaya, dengan Dropping Zone (DZ) di hanggar Helly Skuadron 400.

Sebelum melaksanakan penerjunan, ke-40 penerjun menjalani pemeriksaan kesehatan, ground training, dan briefing kepada seluruh penerjun serta evaluasi kegiatan untuk melihat hasil dari latihan yang telah dilaksanakan dengan harapan agar kemampuan prajurit Taifib selalu terjaga dan meningkat.

"Pelaksanaan kegiatan ini untuk melatih dan mempertajam kemampuan terjun payung accuracy tingkat perorangan, demi menunjang pelaksanaan terjun akurasi yang bertujuan ketepatan dalam pendaratan," kata Suherman, dikutip dari keterangan Dispen Kormar. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.