Aksi Puluhan Hantu Udara Kopasgat TNI di Langit Papua

Biak, IDM - Puluhan Peterjun Ksatria Jingga dari ufuk timur yaitu Batalyon Komando 468 Kopasgat penuhi langit Kota Biak Papua, penerjunan ini dilaksanakan secara terjun static maupun terjun free fall dengan Droping Zone (DZ) Grass Trip Runway 13-29 Lanud Manuhua yang dipimpin oleh Komandan Batalyon Komando 468 Kopasgat, Letkol Pas Hari Wijayanto.
Penerjunan ini menggunakan 2 pesawat yaitu pesawat C-130 A-1332 dari Skadron Udara 33 dengan Pilot Mayor Pnb V. Wahyudewata untuk penerjunan static dan pesawat CN-235 AI-2302 dari Skadron Udara 27 dengan Pilot Mayor Pnb Fathir untuk penerjunan free fall. Prajurit kebanggaan Batalyon Komando 468 Kopasgat, Ksatria Jingga dari ufuk timur diterjunkan di GrassTrip Runway Lanud Manuhua sebanyak 1 Sortie terjun static dari ketinggian 1.200 feet dan 1 sortie terjun free fall dari ketinggian 10.000 feet, yang mana pada kesempatan penerjuanan kali ini peterjun statik di lengkapi dengan IPP Set Bersenjata.

Komandan Batalyon Komando 468 Kopasgat, Letkol Pas Hari Wijayanto menyampaikan bahwa penerjunan ini merupakan program kerja rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kopasgat, yang mana tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan matra udara prajurit, memelihara skill serta menjaga disiplin tempur setiap prajurit, sehingga seluruh prajurit selalu siap dalam meneriam setiap tugas yang di berikan dari Komando atas.
Sebelum pelaksanaan penerjuanan berlangsung, Komandan Batalyon Komando 468 Kopasgat, Letkol Pas Hari Wijayanto menekankan kepada seluruh prajurit agar dalam pelaksanaan latihan selalu mengutamakan safety prosedur. yang telah dipelajari selama melaksanakan ground training di Satuan, sehingga harapannya kegiatan latihan penenrjunan ini dapat tercipta zero eccident. Dalam pelaksanaan kegitan ini untuk seluruh peterjun maupun pihak terkait dalam penerjuan ini telah dinyatakan sehat dengan melaksanakan swab rapid antigen dan tetap menggunakan prokes sehingga kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar. (GIN)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































