HANKAM

Aksi Para Babinsa Selamatkan Cagar Biosfer GSK dari Amukan Si Jago Merah

Babinsa
Para Babinsa berjibaku padamkan api di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil (GSK), Kamis (14/9/2023). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Untuk kesekian kalinya, Cagar Biosfer Giam Siak Kecil (GSK) yang berada di Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau kembali diamuk si jago merah, Kamis (14/9/2023).

Kebakaran ini terjadi di Dusun Bagan Benio, Desa Tasik Tebing Serai, Kecamatan Talang Muandau yang telah menghanguskan sekira 5 hektare lahan gambut bervegetasi belukar.

Baca Juga: TNI AL Ikuti Maritime Information Sharing Workshop di India

Menanggapi ini, Dandim 0303/Bengkalis Letkol Arh Irvan Nurdin instruksikan Danramil 03 Mandau Kapten Arh Jemirianto, kerahkan jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) lakukan aksi penanggulangan bersama unsur Polri, BBKSDA, Damkar dan Manggala Agni-KLHK RI.

Di sekitar cagar alam tersebut, Dandim mengerahkan pasukan menerobos hamparan semak belukar dan tebalnya lapisan gambut untuk sampai pada titik lokasi yang masih terdapat bara api berasap pekat. Sinergi dibangun agar penanggulangan Karhutla tersebut dapat diupayakan maksimal.

“Sampai saat ini, anggota kita bersama tim Satgas Karhutla masih berjibaku memadamkan api dan lakukan pendinginan pada kawasan cagar biosfer Giam Siak Kecil yang terbakar. Anggota kita langsung bergerak menyeberangi sungai dan merintis jalan untuk masuk dan mendekati titik api. Setelahnya langsung kita bongkar gulungan selang, kita operasikan mesin pompa air dan pasang nozle pemadam. Titik-titik yang nampak mengeluarkan asap atau bahkan ada sumber apinya segera kita guyur sampai betul-betul padam,” kata Letkol Irvan.

Baca Juga: 320 Mantan Anggota NII Deklarasikan Kembali Setia pada NKRI

Adapun total luas lahan GSK yang saat ini telah berhasil dipadamkan sekira 0,5 hektare dan penanggulangannya masih diupayakan sampai detik ini.

“Lokasi kebakaran cukup jauh jaraknya dari Koramil 03 Mandau, sekira 85 kilometer. Medan menuju titik api pun terjal serta harus menyeberangi perairan. Meski demikian, anggota kita tetap tangguh dan berhasil sampai ke lokasi,” ujar Dandim. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.