Aksi Infiltrasi Udara Taifib Marinir, Jelang Serbuan Amfibi Latgab TNI 2023

Jakarta, IDM - Jelang serbuan amfibi dalam latihan gabungan TNI 2023, prajurit Intai Amfibi 2 Marinir melaksanakan infiltrasi udara malam hari dengan terjun tempur, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (30/7).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Senin (31/7), terjun tempur tersebut menggunakan pesawat Cassa NC 212 U-6206 Skuadron 600 Wing Udara 2 Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal).
Baca Juga: Mengenal Bela Diri “Chadrick”, Kemampuan Dasar yang Harus Dikuasai Marinir
Prajurit Intai Amfibi 2 Marinir melaksanakan infiltrasi udara di bawah pimpinan Lettu (Mar) Tri Candra melaksanakan terjun tempur di dropping zone Mangga Dua, Puslatpurmar 5 Baluran.
Terjun tempur ini adalah salah satu kemampuan prajurit Intai Amfibi Marinir sebagai pasukan khusus Korps Marinir yang digunakan untuk sarana infiltrasi ke daerah musuh melalui media udara.
Baca Juga: KSAU Pimpin Upacara Peringatan ke-76 Hari Bakti TNI AU
Tujuannya adalah melatih kemampuan perorangan dan kerja sama tim secara fisik maupun mental dalam menghadapi setiap ancaman yang mengganggu stabilitas negara. (at)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































