Aksi 500 Prajurit Siswa Semata PK TNI AU A-58 Saat Mengikuti Latihan Berganda

Jakarta, IDM - Sebanyak 500 prajurit siswa (Prasis) Sekolah Pertama Tamtama Prajurit Karier (Semata PK) TNI Angkatan Udara (TNI AU) Angkatan ke-58 berhasil merampungkan semua materi latihan berganda (Latganda) yang digelar pada pertengahan hingga akhir Juni 2023.
Melansir keterangan dalam unggahan foto di akun instagram @lanudadisoemarmo, Sabtu (1/7) dijelaskan, sejumlah materi latihan yang harus diikuti oleh ratusan Prasis tersebut antara lain, Ilmu Medan Peta dan Kompas (IMPK) dan long march; Taktik Kesatuan Kecil (TKK); lintas tebing dan menembak; Infiltrasi Course (IC) dan tembak defensif; turun tebing; latihan survival; serta latihan serangan senja.
Baca Juga: KKB Ancam Tembak Pilot Susi Air, Panglima TNI Tegaskan Tetap Utamakan Negosiasi
Keseluruhan materi latihan tersebut dipraktekkan oleh ratusan Prasis selama 10 hari pelaksanaan Latganda yang digelar di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Wonogiri dan Pacitan, Jawa Timur.

Pada dasarnya, Latganda digelar untuk mengetahui tingkat kemampuan dan keterampilan para prajurit siswa agar nantinya mereka dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki baik secara beregu maupun perorangan.
Sebagai contoh, materi IMPK merupakan materi latihan dengan tujuan untuk melatih pengetahuan Prasis terkait ilmu medan, orientasi peta, dan bagaimana caranya menggunakan kompas baik pada siang hari maupun malam. Selanjutnya, mereka melakukan long march dengan titik awal di Tlogoharjo kecamatan Giritontro, Krajan Sukodono, Ngrinjangan, Sooka kecamatan Punung, Baksari, dan finish Pringkuku Kabupaten Pacitan Jawa Timur.
Baca Juga: Begini Taktik Pasukan Kopaska dan US Navy Seal Hadapi Ekstrimis
“ Long march merupakan kemampuan dalam melaksanakan kegiatan perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki dan dalam jarak waktu yg relatif lama,” tulis penerangan Lanud Adi Soemarmo.

Adapun materi lainnya seperti latihan survival diberikan agar para Prasis dapat memiliki pengetahuan serta pedoman untuk bertahan hidup dalam kondisi darurat yang kerap dihadapi di medan sesungguhnya.
Pada sesi latihan ini, mereka mempraktekkan materi bagaimana cara pembuatan perlindungan dari panas dan hujan, pengenalan tumbuh-tumbuhan yang dapat dimakan, pengenalan binatang yang dapat dimakan serta pembuatan jerat dan pikat untuk binatang. Sedangkan pada malam harinya akan dilanjutkan dengan caraka malam. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































