KKB Ancam Tembak Pilot Susi Air, Panglima TNI Tegaskan Tetap Utamakan Negosiasi

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan tetap mengutamakan upaya negosiasi kendati Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengancam bakal menembak Pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens pada Sabtu (1/7).
Yudo membantah waktu tersebut sebagai tenggat negosiasi antara pemerintah dengan KKB. Ia mengatakan tidak ada batas waktu dalam menjalani proses tersebut.
Baca Juga: KSAL Sambut Satgas KJK 2023 KRI Bima Suci di Belanda
Saat ini, Yudo menuturkan telah memerintahkan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Agus Suhardi dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Izak Pangemanan untuk terus melakukan negosiasi.
"Tenggat waktunya enggak bisa tentukan, yang jelas saya sampaikan kepada Pak Pangkogabwilhan III maupun Pak Pangdam untuk terus melaksanakan negosiasi," kata Yudo, dikutip dari okezone. Sabtu (1/7).
Yudo memaparkan negosiasi tetap dilakukan pemerintah dengan melibatkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ia meminta masyarakat sabar menunggu proses penyelamatan Kapten Philip.
Baca Juga: Emban Misi Kemanusiaan, TNI AU Bantu Kepulangan WNI Korban TPPO dari Myanmar
"Kita tidak mau berhadap dengan tadi, kekerasan senjata karena nanti dampaknya pasti pada masyarakat. Sehingga kita tempuh jalan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang untuk melaksanakan negosiasi," katanya.
Pimpinan KKB, Egianus Kogoya sebelumnya meluncurkan ancaman bakal menembak Kapten Philip lantaran negosiasi dengan RI yang tak kunjung berlangsung. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































