HANKAM

Agar Terdata, Pindad Sebut Akan Kembangkan Senjata Gunakan "Chip"

Dirut PT Pindad Persero Abraham Mose
Dirut PT Pindad Persero Abraham Mose bersama para petinggi entitas Holding BUMN Pertahanan Defend ID saat konferensi pers di Senayan, Senin, (1/7). (Foto: Humas Defend ID)

Jakarta, IDM – Direktur Utama (Dirut) PT Pindad (Persero) Abraham Mose mengatakan ke depan pihaknya akan mengembangkan senjata dengan menggunakan chip.

"Iya betui, ini masih dalam pengembangan kita," kata Abraham ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Senin, (1/7).

Baca Juga: Capai Kinerja Positif, Kontrak Pengadaan Alutsista Defend ID Capai Rp190 Triliun

Ia menjelaskan penggunaan chip ini dimaksudkan untuk mengetahui keberadaan senjata itu, seperti ada di mana sekarang terpakainya. "Dan dengan rencananya akan kita gunakan misalnya salah satu adalah di Papua. Begitu juga pengembangan-pengembangan di mortar, di bom dan lain-lain terus kita lakukan inovasi. Di kendaraan tempur juga begitu," kata Abraham.

Lebih lanjut kata Abraham, inovasi ini disesuaikan dengan perkembangan teknologi sekarang karena banyak negara lain sudah menggunakannya.

Baca Juga: Progres 25 Radar GCI dari Prancis dan Ceko, Digunakan untuk Kawasan IKN

"Kita dulu punya pistol yang pake pelatuk, sesudah itu kita sudah hammerless, sudah nggak ada pelatuk. Jadi, teknologinya berkembang dan mau nggak mau, negara lain sudah pakai, sehingga kita jangan berhenti kalau di industri pertahanan, inovasi harus berjalan. Di senjata juga begitu, di tempur begitu," kata Abraham.

PT Pindad telah merilis AM-1 senjata terbaru mereka awal Januari 2023 lalu. AM-1 merupakan senapan serbu kaliber 5.56 x 45 mm NATO dengan prinsip kerja Gas Operated & Piston. Senapan ini memiliki Panjang laras 14,5 Inch dilengkapi dengan popor teleskopik yang bisa direntangkan ke belakang (ditarik). Senapan serbu ini memiliki panjang total 881 mm pada keadaan popor terentang penuh dan 797 mm pada kondisi popor posisi normal. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.