Ada Nama KSAU di Honour Board of Distinguished ADC Australia

Canberra (IDM) - Australian Defence College (ADC) mengabadikan nama Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebagai alumni ADC yang berhasil mencapai puncak karir sebagai Kepala Staf Angkatan Udara dengan pangkat bintang empat (Marsekal TNI).
Prosesi pengabadian nama KSAU di Honour Board of Distinguished Graduates, ADC, dilaksanakan pada saat Fadjar melaksanakan kunjungan ke ADC, di Canberra, Senin siang waktu setempat (21/3).
ADC merupakan lembaga pendidikan dan latihan yang membawahi Australian War College; di mana Defence Strategic and Studies Course (DSSC) bernaung. Selain itu ADC juga membawahi Australian Defence Force Academy (ADFA), Australian Defence Force Training Centre (ADFTC), Centre of Excellence, dan Defence Education Learning & Training Academy (DELTA).
Pada kunjungan tersebut, Fadjar juga melakukan courtesy call dengan Commander ADC AVM Stephen Edgeley. Kepada Fadjar, Commander ADC menyampaikan rasa bangga karena alumni program studi Defence Strategic & Studies Course (DSSC) ADC kini berhasil menjadi pimpinan tertinggi di TNI AU.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan, kedatangan Fadjar sangat diapresiasi oleh civitas ADC, karena pada tahun 2014, KSAU yang waktu itu berpangkat Kolonel pernah menjadi perwira siswa program studi Defence & Strategic Studies Course (DSSC), pendidikan setingkat Lemhanas di ADC.
"Kedatangan KSAU sekaligus sebagai kunjungan nostalgia, di mana delapan tahun lalu (2014), KSAU juga menjadi Perwira Siswa DSSC di Kampus ADC," jelas Indan.
Selain Fadjar, di ADC juga ada beberapa nama Pati bintang empat TNI AU lainnya yang juga telah diabadikan, yaitu Marsekal TNI Djoko Suyanto, Marsekal TNI Imam Sufaat, dan Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia.
Dalam kunjungan nostalgia tersebut, mantan Danlanud Halim Perdanakusuma ini menyerahkan cinderamata kepada AVM Stephen Edgeley berupa buku Indonesian Air Force In Picture dan souvenir khas Indonesia Gunungan. (nhn)
Hankam

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran
Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































