6 Jenazah Korban Pesawat SAM Air Berhasil Dievakuasi dengan Helikopter Caracal TNI AU

Jakarta, IDM - Enam jenazah korban pesawat milik SAM Air yang jatuh di Yalimo, Kabupaten Papua Pegunungan pada Jumat (23/6) lalu berhasil dievakuasi dengan helikopter Caracal TNI AU HT-7201 menuju Bandara Wamena, Selasa (27/6).
Sebanyak 12 anggota tim SAR gabungan yang berasal dari Kopasgat TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Basarnas telah melakukan proses pencarian serta evakuasi korban sejak Sabtu (24/6). Namun, dalam pelaksanaannya, proses pencarian dan evakuasi tersebut tidaklah mudah.
Belasan anggota tim SAR harus menemui sejumlah kendala, mulai dari cuaca buruk hingga keterbatasan peralatan yang mereka miliki untuk menuju titik jatuhnya pesawat SAM Air dari dropping zone helikopter.
Kendati demikian, mereka terus berupaya secara maksimal hingga akhirnya berhasil mencapai lokasi jenazah keenam korban pada Selasa (28/6). Proses evakuasi kemudian dilanjut dengan membawa jenazah korban menuju titik dropping helikopter Caracal TNI AU.

“Dari lokasi titik dropping helikopter, keenam jenazah yang telah dimasukkan ke kantong jenazah, selanjutnya dievakuasi menggunakan helikopter Caracal TNI AU HT- 7201 dengan penerbang Mayor Pnb Arif dan Lettu Pnb Taufik ke Bandara Wamena. Adapun kru helikopter tersebut antara lain Pelda Sukma, Sertu Fachry, Sertu Udi dan Praka Yopi. Pesawat Caracal mendarat di Wamena pukul 15.31 WIT, kemudian keenam jenazah dimasukkan ke dalam peti jenazah yang telah disiapkan,” tulis keterangan resmi Dispenau.
Baca Juga: Jelang Hari Bakti TNI AU, Lanud SMH Gelar Gerakan Pangan Murah Untuk Bantu Masyarakat
Dari Bandara Wamena, jenazah korban kemudian diterbangkan menuju Bandara Sentani Jayapura dengan menggunakan pesawat Trigana Air Cargo PK-YSN yang diawaki oleh pilot Capt Rehan. Jenazah akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.
Sementara itu, helikopter Caracal TNI AU harus kembali ke titik dropping pada Rabu (28/6) untuk menjemput tim SAR yang bermalam di sana usai melakukan proses evakuasi.
Hal ini terjadi lantaran cuaca buruk yang membuat helikopter tidak dapat melakukan penjemputan pada Selasa (27/6) kemarin. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































