59 Siswa Pusdikpomal Kodiklatal Terima Baret Korps Polisi Militer

Surabaya, IDM - Sebanyak 59 prajurit siswa Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan Laut (Pusdikpomal) Komando Pendidikan Dukungan Umum (Kodikdukum) Kodiklatal, mendapat penganugerahan baret Korps Pomal, Surabaya, Jumat (19/8).
Dikutip dari laman resmi TNI, Senin (22/8), ke-59 prajurit yang terdiri dari 27 siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba), dan 32 siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AL itu mendapat penganugerahan dalam upacara pembaretan yang dipimpin Danpuspomal Laksamana Muda TNI Edwin.
Upacara penganugerahan baret Pomal diwarnai dengan tradisi pemberian air bunga oleh Edwin yang disiramkan ke kepala salah satu siswa, sebagai simbol doa restu dari orang nomor satu di jajaran Pom TNI AL itu kepada seluruh siswa atas diterimanya para siswa menjadi bagian dari keluarga besar Pomal. Selanjutnya, Edwin mengenakan baret biru Pomal kepada siswa.
Turut hadir dalam prosesi penganugerahan baret korps Pomal, yakni Wakil Komandan Kodiklatal Laksamana Muda TNI Rachmad Jayadi, mewakili Komandan Kodiklatal Letnan Jenderal TNI Marinir Suhartono, Irkodiklatal, Kapokgadik Kodiklatal, para Dirkodiklatal, Dankodik, Danpusdikpomal, Danpusdik jajaran Kodiklatal serta Dandenma Kodiklatal, dan jajaran Danpom TNI AL Surabaya. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































