51 Anggota NII Deklarasi Kembali ke NKRI di Wilayah Kodam III/Siliwangi

Jakarta,IDM - Kodam III/Siliwangi berhasil membatalkan baiat 51 anggota Negara Islam Indonesia dan Indonesia (NII) dan menggelar acara deklarasi untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Acara yang digelar oleh Kodam III/Siliwangi tersebut dipimpin oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo di Koramil 2413 Cilengkrang Kodim 0624/Kabupaten Bandung Jawa Barat, Selasa (9/8).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen Tatang Subarna mengatakan, Pangdam III/Siliwangi mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas niat baik dan kesadaran anggota NII untuk keluar dari organisasi NII untuk kembali bergabung dengan NKRI.
Selanjutnya deklarasi kembali ke NKRI yang dilakukan oleh eks anggota NII tersebut akan ditindaklanjuti oleh Kodam III/Siliwangi dengan sejumlah program-program untuk menjadi modal bagi mereka dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
"Harapannya akan ada deklarasi berikutnya dari anggota NII yang masih aktif lainnya untuk kembali ke pangkuan NKRI,” ujar Tatang. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































