HANKAM

51 Anggota NII Deklarasi Kembali ke NKRI di Wilayah Kodam III/Siliwangi

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo di Koramil 2413 Cilengkrang Kodim 0624/Kabupaten Bandung
(Dok Dispenad)

Jakarta,IDM - Kodam III/Siliwangi berhasil membatalkan baiat 51 anggota Negara Islam Indonesia dan Indonesia (NII) dan menggelar acara deklarasi untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Acara yang digelar oleh Kodam III/Siliwangi tersebut dipimpin oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo di Koramil 2413 Cilengkrang Kodim 0624/Kabupaten Bandung Jawa Barat, Selasa (9/8).

(Dok Dispenad)

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen Tatang Subarna mengatakan, Pangdam III/Siliwangi mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas niat baik dan kesadaran anggota NII untuk keluar dari organisasi NII untuk kembali bergabung dengan NKRI.

Selanjutnya deklarasi kembali ke NKRI yang dilakukan oleh eks anggota NII tersebut akan ditindaklanjuti oleh Kodam III/Siliwangi dengan sejumlah program-program untuk menjadi modal bagi mereka dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Harapannya akan ada deklarasi berikutnya dari anggota NII yang masih aktif lainnya untuk kembali ke pangkuan NKRI,” ujar Tatang. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.