40 Tahun Menjalin Hubungan Diplomatik Dengan Kolombia, Ini Yang Diharapkan Menhan Prabowo

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Kolombia untuk Indonesia, Juan Camilo Valencia Gonzalez di Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Jakarta, Jum’at(22/10).
Kunjungan diplomatik Dubes Kolombia ini merupakan salah satu upaya meningkatkan dan memperkuat hubungan kerja sama bilateral kedua negara yang terjalin lebih dari 40 tahun lamanya. Dalam satu dekade terakhir, Indonesia dan Kolombia tengah mengupayakan peningkatan kerja sama pertahanan, khususnya di bidang industri pertahanan.
Dalam pertemuan ini, Indonesia dan Kolombia berharap industri pertahanan dapat menjadi komoditi strategis yang bernilai ekonomis bagi kepentingan nasional kedua negara. Sebagai bentuk ketertarikan negara Amerika Latin tersebut kepada industri pertahanan Indonesia, tepatnya pada 20 Mei 2019 Juan Camilo Valencia Gonzalez terlebih dahulu telah melakukan kunjungan kerja ke PT Pindad (Persero).
Dalam kunjungan ke PT Pindad, Dubes Kolombia secara langsung menunjukan ketertarikannya pada kendaraan tempur Ampibi Excava 200 Amphibious buatan PT Pindad. Meski hubungan diplomatik RI dengan Kolombia secara resmi dimulai sejak 15 September 1980 namun RI dan Kolombia hingga saat ini belum memiliki kerja sama bidang pertahanan yang secara resmi dituangkan dalam bentuk MoU.
Oleh karena itu, Menhan RI Prabowo Subianto menyambut baik dan berharap hubungan kerja sama pertahanan kedua negara dapat terwujud dikemudian hari, terutama dalam bidang kerja sama industri pertahanan. Dalam kunjungan diplomatik tersebut turut mendampingi Menhan RI saat menerima Dubes Kolumbia, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Dr. rer. pol. Rodon Pedrason, M.A., dan Dirjen Renhan Kemhan Mayjen TNI Budi Prijono, ST, M.M, CfrA. (DRA)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































