35 Personel KRI Koarmada II Ikut Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pernika TNI AL

Surabaya, IDM - Seiring bertambahnya kemampuan peralatan peperangan elektronika (pernika) TNI AL, 35 personel dari perwira, bintara, dan tamtama perwakilan KRI jajaran Koarmada II, mengikuti pelatihan peningkatan kemampuan pengawak pernika KRI (R-ESM).
Kegiatan latihan tersebut dibuka oleh Askomlek Pangkoarmada II Kolonel Laut (E) Eko Wahyono, di Surabaya, Senin (5/9) yang bertujuan menghasilkan personel pengawak pernika KRI yang professional dalam pengoperasian peralatan dan prosedur penggunaan.
"Yang pada akhirnya dapat mewujudkan personel TNI AL yang profesional di bidangya," ujar Eko, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.
Eko mengatakan, dalam menghadapi perkembangan peralatan pernika dibutuhkan personel atau pengawak yang memiliki tingkat pengetahuan dan keterampilan memadai, agar peralatan yang dimiliki dapat digunakan secara optimal.
"Oleh karena itu, perlu penyelenggaraan pelatihan tersebut serta prosedur pengoperasian yang komprehensif, bertingkat, dan berlanjut," kata Eko.
Eko juga menekankan kepada para peserta untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dalam mempelajari dan memahami semua hal yang akan dilaksanakan saat mengawaki pesawat pernika KRI.
"Gali sebanyak mungkin informasi tentang pernika, yang selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari," pungkasnya. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































