30 Hari Disandera OPM, Wanita Ini Berhasil Dievakuasi oleh Satgas Operasi Damai Cartenz

Jakarta, IDM – Seorang perempuan berinisal DU berhasil dievakuasi setelah disandera 30 hari oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Mimika, Papua Tengah.
Baca Juga: Tampil Perkasa, Prajurit Yonif 411/Pandawa Juarai Pencak Silat Piala Panglima
Dilansir dari keterangan Humas Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, Senin (14/9), keberhasilan ini berkat sinergi yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat.
"DU dievakuasi menggunakan Helikopter Polri dari Kampung Bela 1, Distrik Alama, menuju Timika pada Senin (14/9), setelah bertahan hidup dalam kondisi yang sangat sulit selama hampir 30 hari," tulis keterangan Humas Satgas Operasi Damai Cartenz-2026.

Setibanya di Timika, korban langsung mendapatkan penanganan dan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Mimika untuk memastikan kondisi kesehatannya pascaevakuasi.
Baca Juga: LCAC Jepang Mendarat di Kalbar di Tengah Operasi Pemadaman Karhutla, Kemhan Beri Penjelasan
Keberhasilan evakuasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan perlindungan dan memastikan keselamatan masyarakat sipil di Papua Tengah.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































