LCAC Jepang Mendarat di Kalbar di Tengah Operasi Pemadaman Karhutla, Kemhan Beri Penjelasan

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI menyatakan bahwa dua Landing Craft Air Cushion (LCAC) atau kapal amfibi hovercraft milik Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) bukan unsur utama untuk operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Diketahui, dua kapal amfibi hovercraft atau LCAC dengan nomor lambung 2105 dan 2106 berbendera Jepang mendarat di Pantai Karta, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Jumat (11/9).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, dua LCAC tersebut mendarat untuk menurunkan kendaraan, barang hingga personel militer Jepang selama perbantuan operasi pemadaman karhutla di wilayah Kalimantan.
Baca Juga: Panglima TNI: Olahraga Bentuk SDM Tangguh dan Berdaya Saing Hadapi Ancaman Global
“LCAC digunakan untuk membantu menurunkan kendaraan atau truk dan barang dari kapal ke darat, bukan sebagai unsur yang digunakan untuk operasi pemadaman karhutla,” kata Rico kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Minggu (13/9).

Dua LCAC tersebut turut dibawa ke Indonesia menggunakan kapal pendarat JS Kunisaki. Sementara itu, untuk unsur utama perbantuan operasi pemadaman karhutla, militer Jepang mengerahkan tiga helikopter CH-47 Chinook.
“Dukungan Jepang untuk operasi penanganan karhutla berupa tiga helikopter CH-47 Chinook yang memiliki kemampuan mendukung kegiatan water bombing,” tutur Rico melanjutkan.
Baca Juga: Panglima TNI Agus Turun ke Lapangan, Menangkan Laga Eksibisi Piala Panglima TNI 2026
Kemudian, untuk masa operasi, dukungan tersebut akan berlangsung sampai batas waktu yang ditentukan kemudian.
“Dengan pelaksanaannya menyesuaikan kebutuhan penanganan karhutla dan perkembangan kondisi di lapangan,” kata Rico.
Dalam pelaksanaannya, operasional helikopter Chinook akan diintegrasikan dengan keseluruhan operasi penanganan karhutla pemerintah Indonesia.
Rico mengatakan, dukungan Jepang tersebut bersifat memperkuat, bukan untuk menggantikan kemampuan nasional yang telah dikerahkan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































