HANKAM

232 Personel Puspenerbal Ikuti Pelatihan Keselamatan Terbang

Danpuspenerbal Laksamana Muda Sisyani Jaffar
Danpuspenerbal Laksamana Muda Sisyani Jaffar membuka pelatihan safety culture bagi pengawak pesawat Penerbangan TNI AL, Sidoarjo, Senin (13/11). (Foto: Dok. Pen Puspenerbal)

Jakarta, IDM - Sebanyak 232 personel jajaran Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) mengikuti pelatihan Company Aviation Safety Officer (CASO), Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA), dan Internal Safety Investigation and Audit (ISIA), Sidoarjo, Senin (13/11).

Ratusan personel tersebut terdiri dari Mako Puspenerbal, Wing Udara 2, Fasharkan Pesawat Udara, dan Kolat Penerbal yang mengikuti pelatihan secara tatap muka.

Sementara itu yang mengikuti secara daring terdiri dari Wing Udara 1, Wing Udara 3, Lanudal Sabang, Tanjungpinang, Matak, Jakarta, Surabaya, Kupang, Manado, Kupang dan Aru.

Baca Juga: 15 Pati TNI Naik Pangkat, Pangkogabwilhan I Laksdya Agus Sandang Bintang 3

Pelatihan yang berlangsung 13-30 November 2023 mendatang ini menghadirkan para instruktur kompeten dari Indonesia National Air Asosiasi Pengangkut (INACA).

Danpuspenerbal Laksamana Muda Sisyani Jaffar mengatakan, pelatihan fundamental safety management training bertujuan memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep dan prinsip dasar manajemen keselamatan penerbangan.

"Mempelajari penerapan aviation system management safety (ASMS) yang efektif, identifikasi resiko, menganalisis kejadian, dan mengembangkan tindakan pencegahan yang meliputi pengetahuan tentang CASO, HIRA, dan ISIA," kata Danpuspenerbal Laksamana Muda Sisyani Jaffar, dikutip dari keterangan Pen Puspenerbal, Selasa (13/11).

Dari beberapa materi tersebut, ia berharap para prajuritnya dapat meningkatkan pengetahuan awak pesawar Penerbangan TNI AL tentang CASO yang ditujukan mengembangkan keterampilan dan pengetahuan untuk menjadi petugas keselamatan penerbangan yang efektif.

Baca Juga: 9 Prajurit Taifib Marinir Satgas Cartenz Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Kemudian tentang HIRA, bertujuan melatih peserta dalam mengidentifikasi bahaya potensial di lingkungan penerbangan dan evaluasi resiko.

"Peserta akan mempelajari metode identifikasi bahaya, analisis, dan pengembangan strategi pengendalian resiko untuk memastikan keselamatan operasional," jelasnya.

"Sedangkan pengetahuan tentang ISIA bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan investigasi kecelakaan," imbuhnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.