163.212 Personel Gabungan Gelar Apel Operasi Mantap Brata Pengamanan Pemilu 2024

Jakarta, IDM - Sebanyak 163.212 personel gabungan terdiri dari 10.890 personel TNI, Korbrimob 1.000 personel, Satgasda 9.866 personel, Satgasres 10.324 personel, Linmas 131.132 personel menggelar apel pasukan Operasi Mantap Brata 2023-2024 dalam rangka pengamanan Pemilu 2024 di lapangan Presisi Polda Metro Jaya pada Rabu, (18/10) pukul 8.30 WIB.
Dalam kegiatan tersebut digelar juga simulasi pengamanan Pemilu 2024.
"Mudah-mudahan ini hanya terjadi pada simulasi, yang paling penting kita adalah kebersamaan, semua pemangku kepentingan (stakeholder) yang harus ikut bertanggungjawab menjaga Jakarta tetap aman," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga: KSAL Dapat Gelar Dato Panglima Laksamana Diraja dari Kesultanan Deli
Karyoto juga menjelaskan dengan modal solid maka pemerintah, TNI, Polri dan seluruh masyarakat bisa mewujudkan keamanan.

"Berbagai peristiwa sejarah, Jakarta Indonesia 98 Indonesia 2019 cukup memberikan pelajaran yang berarti bagi kita semua dan dengan adanya latihan persiapan, ini hanyalah antisipasi jaga-jaga, bagaimana kita melakukan protap (prosedur tetap) dengan benar dan baik, " kata Karyoto.
Karyoto menambahkan sebagai aparat harus betul-betul siap menjalankan tindakan dari tahap preemtif, preventif sampai dengan represif dengan cara-cara yang benar dan baik.
Baca Juga: Kapuspen: Video Pemberangkatan Prajurit TNI ke Palestina Hoaks
"Saya mengimbau pada kita semua, jaga fisik kesehatan karena dengan cuaca yang cukup panas, dan hari-hari yang akan datang tentunya situasi politik juga sudah akan lebih meriah di waktu ke waktu," ucapnya.
Operasi Mantap Brata 2023-2024 berlangsung selama 222 hari, yakni 74 hari selama 2023 dan 148 hari selama tahun 2024. Operasi ini dimulai sejak pendaftaran capres dan cawapres dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober.
Ada sembilan satuan tugas (satgas) selama pelaksanaan Operasi Mantap Brata 2023-2024, yakni Satgas Preventif, Satgas Preemtif, Satgas tindak, Satgas Gakkum, Satgas pamcapres dan cawapres, Satgas Antiteror, Satgas pengamanan TPS luar negeri, Satgas Humas dan Satgas Banops. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































