HANKAM

12 Pati TNI AU Dimutasi, Termasuk Danseskoau dan Gubernur AAU

lustrasi logo Swa Bhuwana Paksa.
lustrasi logo Swa Bhuwana Paksa TNI AU. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM – Sebanyak 12 perwira tinggi (Pati) TNI Angkatan Udara (TNI AU) dimutasi dan dirotasi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dua di antaranya jabatan Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Danseskoau) serta Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU).

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1001/VII/2025 tanggal 31 Juli 2025 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Dalam surat Keputusan yang sama turut dirotasi 21 Pati dari TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan 9 Pati TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Adapun daftar nama dua belas Pati TNI AU yang dimutasi dan dirotasi adalah Marsda TNI Bob Henry Panggabean dari Tenaga Ahli Pengajar Bid. Ilpengtek Lemhannas ke Deputi Bid. Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas; Marsda TNI I Made Susila A dari Danseskoau ke Pati Mabes TNI dalam rangka pensiun; Marsda TNI Jorry S Koloay dari Kapusjianstralitbang TNI ke Danseskoau; dan Marsda TNI Budhi Achmadi dari Staf Khusus KSAU ke Kapusjianstralitbang TNI.

Baca Juga: TNI Tembak Mati Wakil Panglima OPM Kodap XII/Lanny Jaya yang Buron sejak 2014

Kemudian, terdapat nama Marsda TNI Tyas Nur Adi dari Wadan Kodiklatau ke Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun); Marsda TNI Benny Arfan dari Staf Khusus KSAU ke Wadan Kodiklatau; Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo dari Gubernur AAU ke Kas Koopsudnas; serta Marsda TNI Donald Kasenda dari Kas Koopsudnas ke Gubernur AAU.

Nama-nama pati lainnya adalah Marsma TNI Agung Maryanto dari Kadiskesau ke Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun); Marsma TNI M. Roikhan Harowi dari Staf Khusus KSAU ke Kadiskesau; dan Marsma TNI Rudy Agus Gemilang Gultom dari Staf Khusus KSAU ke Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun).

Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman di Mabes TNI. (Foto: Dok. tni.mil.id)

Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa rotasi jabatan di lingkungan TNI merupakan bagian dari sistem pembinaan karier yang sehat dan terukur.

Baca Juga: Unsur Tempur TNI AU Intensifkan Gladi Jelang Upacara Kehormatan Militer

"Mutasi ini tidak hanya menyangkut pergeseran jabatan, tetapi juga merupakan strategi untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan memperkuat struktur organisasi TNI secara menyeluruh," ungkap Kristomei dikutip dari laman TNI, tni.mil.id.

Ia menambahkan, kebijakan mutasi menjadi wujud komitmen TNI dalam menempatkan sumber daya manusia terbaik pada posisi yang sesuai dengan kompetensi, kualifikasi, dan kebutuhan organisasi.

“Proses ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan prinsip meritokrasi, integritas, serta kesiapan dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks,” jelas Kapuspen TNI. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.