104 Keluarga Korban Bencana di Aceh Utara Kini Tempati Huntap Lengkap dengan Fasilitas Umum

Jakarta, IDM - Pemerintah memastikan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh Utara berjalan progresif. Sebanyak 104 kepala keluarga kini telah menempati hunian tetap (huntap) di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang.
Hunian tetap tersebut dibangun dengan konsep kawasan terpadu yang tidak hanya menyediakan rumah layak huni, tetapi juga fasilitas sosial yang mendukung kehidupan masyarakat.
Area hunian telah dilengkapi jalan dengan paving block, sistem drainase, serta ruang publik berupa balai pertemuan dan masjid.
Baca Juga: TNI Siapkan Prajurit Kawal Distribusi Kendaraan KDKMP
Setiap rumah juga telah memiliki instalasi listrik dan sistem penyediaan air bersih.
Sumur sebagai sumber air bersih diperiksa secara berkala oleh petugas di lapangan, termasuk personel TNI, untuk memastikan kualitas dan kelancaran distribusinya.
Dari sisi kenyamanan, pemerintah juga menyediakan perlengkapan rumah tangga dasar. Ruang tamu dilengkapi kursi dan meja, sementara dapur tersedia kompor serta rak piring.
Baca Juga: Detik-detik TNI AL Sikat Kapal BBM Ilegal di Surabaya, Negara Nyaris Rugi Miliaran
Di ruang tidur, warga sudah mendapatkan kasur, bantal, guling, serta lemari pakaian. Kamar mandi pun telah dilengkapi keramik, bak mandi, serta toilet.
“Hunian tetap ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat terdampak bencana,” kata pejabat pemerintah dalam keterangan resmi.
Pembangunan huntap tersebut didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan yang turut memberikan bantuan logistik serta fasilitas pendukung selama masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.
Baca Juga: 12 Mayjen TNI AD Tempati Jabatan Baru, Ada yang Naik Pangkat Letjen
BNPB menyebutkan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra terus dilakukan melalui kerja sama lintas sektor.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan pemerintah akan terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan benar-benar tuntas.
“Meskipun ini hari raya, kami tetap mengatur tugas personel agar penanganan di lapangan tetap berjalan,” ujar Suharyanto. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































