HANKAM

10 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Bakamla hingga BIN

KSAL Laksamana Muhammad Al
KSAL Laksamana Muhammad Ali salami perwira yang resmi pecah bintang, Jakarta, Senin (16/3). 10 Kolonel resmi menyandang pangkat bintang satu untuk sejumlah posisi strategis. (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Gerbong regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI AL kembali bergerak. Sebanyak 10 perwira menengah berpangkat Kolonel resmi "pecah bintang" menjadi perwira tinggi berpangkat Laksamana Pertama (Laksma) dan Brigadir Jenderal (Brigjen) Marinir.

Laporan korps kenaikan pangkat ini diterima langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali di Jakarta, Senin (16/3). Secara total, ada 12 perwira tinggi yang melaporkan kenaikan pangkat.

"Kenaikan pangkat ini adalah amanah sekaligus bentuk kepercayaan pimpinan atas dedikasi dan loyalitas para perwira," ujar Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (18/3).

Baca Juga: Satgas Yonif 751 VJS Laksanakan Kegiatan Teritorial untuk Masyarakat Perbatasan

Isi Jabatan Strategis: Dari Bakamla hingga BIN

Menariknya, para jenderal dan laksamana baru ini menempati sejumlah posisi krusial di luar struktur Mabesal. Salah satunya adalah Brigjen (Mar) Hernawan Hadiwijaya yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua Barat di bawah Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN.

Selain itu, penguatan juga terlihat di Badan Keamanan Laut (Bakamla) dengan naiknya pangkat Laksma Steven Toar Sambouw yang kini menjabat sebagai Direktur Strategi Keamanan Laut (Kamla).

Tak hanya di lembaga non-kementerian, penguatan operasional juga dilakukan di lingkup Komando Armada (Koarmada). Nama-nama seperti Laksma Edy Setyawan yang menjabat Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada II dan Laksma Sapardi sebagai Inspektur Koarmada I turut masuk dalam daftar perwira yang pecah bintang.

Baca Juga: Latihan Weapon Delivery, Skadron Udara 8 Asah Kesiapan Operasional Satuan Hadapi Tantangan Tugas

Daftar Lengkap 10 Perwira yang Pecah Bintang:

  • Laksma Hadi Prayitno (Kepala Kelompok Staf Ahli Koarmada II)
  • Laksma Aminuddin Albek (Pati Staf Ahli Kasal Bidang Reformasi Birokrasi)
  • Laksma Widya Poerwandanu (Pati Staf Ahli Kasal Bidang Doktrin)
  • Laksma Edy Setyawan (Danguskamla Koarmada II)
  • Laksma Bonifasius Giantara Andjioe (Kepala Departemen Operasi Gabungan Sesko TNI)
  • Laksma Syahrial (Asisten Komunikasi dan Elektronika Kaskogabwilhan III)
  • Laksma Sapardi (Inspektur Koarmada I)
  • Laksma Nanang Widiatmoko (Inspektur Perbendaharaan Inspektorat Jenderal Angkatan Laut)
  • Brigjen (Mar) Hernawan Hadiwijaya (Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Papua Barat BIN)
  • Laksma Steven Toar Sambouw (Direktur Strategi Keamanan Laut Bakamla)

2 Pati Naik Bintang Dua

Melengkapi laporan korps tersebut, dua perwira tinggi senior juga resmi menyandang pangkat Laksamana Muda (Laksda). Mereka adalah Laksda Sumarji Bimoaji yang menjabat Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) XIII dan Laksda Dafit Santoso sebagai Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerjasama Bakamla. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.