Yonroket 1 Marinir-US Marine Crops Ikuti Latma Keris Marex di Lampung

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Roket 1 Marinir (Yonroket 1 Marinir) mengikuti latihan bersama (latma) Keris Marex 2022 dengan US Marine Corps di Lampung, Kamis (10/11). Pelaksanaan latma merupakan bentuk hubungan bilateral Indonesia-Amerika Serikat.
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Senin (14/11), prajurit Yonroket 1 Mar mengerahkan dua pucuk Multi-launch Rocket System 70 Vampire (MLRS 70 Vampire), sebagai metode pengenalan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki prajurit Korps Marinir, khususnya Yonroket 1 Marinir.
Baca: Dankormar Saksikan Latihan Penanggulangan Teror Satgultor TNI di Denpasar
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan oleh Komandan Brigif 4/BS Kolonel (Mar) Bob Osianto Siregar, sebagai Irup upacara dalam rangka latma Keris Marex 2022. Kegiatan latma ini dipimpin Lettu (Mar) Martin Safari sebagai Danton latihan yang sehari-hari menjabat sebagai Pasi logistik Yonroket 1 Mar.
Pada latma Keris Marex 2022 di Batalyon Infantri 7 Marinir (Yonif 7 Marinir), Desa Ketapang, Lampung itu juga dilaksanakan pengenalan mengenai sebagian alutsista milik US Marine Corps kepada Korps Marinir. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































