Yonkav 13/SL Terima Alutsista Baru Tank Harimau

Jakarta, IDM - Batalyon Kavaleri 13/Satya Lembuswana (SL) yang beralamat di Kabupaten Kutai Negara, Kalimantan Timur menerima alutsista baru Tank Harimau hasil Kerjasama PT. Pindad Indonesia dan FNSS Turki.
Baca Juga: TNI AL Akan Bangun Kembali Unit Harbour Tug untuk 2024
Dilansir keterangan Penyonkav 13/SL, Sabtu, (23/3) Brigjen TNI Supriyatna selaku Wadanpussenkav TNI AD, secara resmi menyerahkan 9 unit Tank Harimau terbaru.
Brigjen TNI Supriyatna, juga memberikan Apresiasi kepada PT. Pindad atas kontribusinya dalam pembuatan dan pengadaan Tank Harimau tersebut. Acara penerimaan ditandai dengan simbolis pemecahan kendi dan dilanjutkan dengan demonstrasi Defile kendaraan tempur Tank Harimau, sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan atas diterimanya 9 unit Tank Harimau.
Baca Juga: 504 Siswa Pendidikan Komando Resmi Jadi Prajurit ‘Hantu Laut’ Marinir
Berikutnya tank baru ini juga dipamerkan untuk tamu undangan, sehingga mereka berkesempatan untuk melihatnya secara langsung. Diharapkan nantinya Tank Harimau ini dapat menjadi alutsista modern karya anak bangsa yang akan turut menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































