Yonif 503 Kostrad Siap Ikuti Latma Linud Malindo-8, Perkuat Sinergi Militer Indonesia-Malaysia

Jakarta, IDM – Satuan Yonif 503/Mayangkara Kostrad menggelar pengecekan perlengkapan dan personel sebagai bagian dari persiapan mengikuti Latihan Bersama (Latma) Linud Malindo-8 Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Djarot, Markas Yonif 503 Kostrad, pada Rabu (10/9), dan menjadi penanda kesiapan Indonesia dalam memperkuat kerja sama militer bilateral dengan Malaysia.
Dipimpin langsung oleh Komandan Yonif 503/Mayangkara, Letkol Inf Windu Kuntoro, kegiatan ini mencakup inspeksi detail terhadap kesiapan personel dan kelengkapan perlengkapan latihan.
Baca Juga: Catat Sejarah, Lima Perwira TNI AU Raih Sertifikasi Ganda JTAC Standar NATO-US MOA
Pemeriksaan dilakukan secara nyata dan menyeluruh untuk memastikan bahwa seluruh komponen, baik individu maupun alat pendukung pelatihan, memenuhi standar keamanan dan efektivitas operasional.
“Latihan ini bukan hanya tentang kesiapan tempur, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan profesionalisme antar prajurit,” ujar Letkol Windu.
Perlengkapan pelatih juga turut diperiksa guna menjamin kelengkapan materi dan efektivitas penyampaian selama pelaksanaan latihan.
Baca Juga: Tiga Penerbang TNI AU Torehkan Catatan Prestasi dengan Jet Tempur Sukhoi
Latihan Linud Malindo merupakan bentuk kerja sama militer antara TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan Tentara Diraja Malaysia (TDM) yang telah berlangsung secara berkala. Latma edisi ke-8 ini menitikberatkan pada operasi lintas udara dan skenario tempur konvensional, dengan tujuan memperkuat interoperabilitas dan kapabilitas pasukan kedua negara.
Latma ini memiliki beberapa tujuan seperti meningkatkan kemampuan operasi lintas udara melalui simulasi taktik dan teknik tempur, memperkuat koordinasi dan interoperabilitas dalam operasi gabungan, membangun hubungan profesional dan saling percaya antarprajurit, serta mengevaluasi dan menyempurnakan strategi militer untuk menghadapi tantangan kawasan.
Latma Linud Malindo menjadi simbol bahwa kerja sama militer bukan sekadar urusan taktik, tetapi juga tentang membangun solidaritas dan stabilitas di Asia Tenggara. Dalam konteks geopolitik yang dinamis, latihan ini mempertegas komitmen kedua negara dalam menjaga perdamaian dan keamanan kawasan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































