Tiga Penerbang TNI AU Torehkan Catatan Prestasi dengan Jet Tempur Sukhoi

Jakarta, IDM - Tiga penerbang TNI Angkatan Udara dari Skadron Udara 11 Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin menorehkan catatan prestasi dengan jet tempur Sukhoi Su-27/30.
Mayor (Pnb) Muhammad Idris "Spartan" Kurniawan berhasil menorehkan catatan 2.000 jam terbang pesawat Sukhoi 27/30.
Kemudian, Lettu (Pnb) M Taufiq Ismail Pulungan serta Letda (Pnb) Laode Abdul Muis berhasil terbang mandiri atau solo menggunakan Sukhoi 27/30.
Baca Juga: Puluhan Perwira TNI AD Ikut Pendidikan Rudal Arhanud
Atas pencapaian tersebut, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menyematkan secara langsung badge 2.000 jam terbang dan badge Thunder Sierra kepada tiga pilot itu dalam upacara tradisi yang digelar di Shelter Skadron Udara 11, Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (10/9).

Arifaini menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada ketiga penerbang atas prestasi yang diraih.
“Pencapaian 2.000 jam terbang bukanlah hal yang mudah, perlu adanya integritas, kerja keras, dedikasi juga semangat tinggi dari penerbang, serta kerja sama dari seluruh pendukung. Begitu pula pencapaian terbang solo bagi seorang penerbang merupakan langkah awal dalam pengembangan karier,” kata Arifaini, dikutip dari keterangan Pusat Penerangan TNI, Kamis (11/9).
Baca Juga: Catat Sejarah, Lima Perwira TNI AU Raih Sertifikasi Ganda JTAC Standar NATO-US MOA
Danlanud juga berpesan kepada tiga pilot tersebut agar jangan cepat berpuas diri dengan prestasi yang diraih.
“Terus belajar dan berlatih serta terus menunjukkan yang terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Arifaini. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































