Yonif 411 Kostrad dan Angkatan Darat Singapura Latihan Urban Warfare di Kranji Camp

Jakarta, IDM – Prajurit Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad dan 2th Battalion Singapore Infantry Regiment (2 SIR) melaksanakan latihan Urban Warfare bertempat di Kranji Camp 3, Singapura. Latihan ini merupakan bagian dari Latma Indonesia-Singapura (Safkar Indopura) ke-37.
Dalam keterangan resminya, Kamis (16/10), Danyonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad Letkol Inf Wahyu Pudji Pamungkas mengatakan latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi situasi urban yang kompleks dan memperkuat kemampuan taktis serta strategis dalam menangani berbagai ancaman keamanan di lingkungan perkotaan.
Baca Juga: TNI AU Gelar Pelatihan untuk Bangun Generative Safety Culture di Lingkungan Kerja
"Latihan ini digelar sebelum latihan puncak FTX nanti," kata Wahyu.

Dalam latihan tersebut, prajurit kedua negara berlatih bersama untuk persiapan beroperasi di area perkotaan pada latihan materi aplikasi akhir yang akan digelar di SAFTI CITY. Pelatihan juga menggunakan peralatan modern dan teknik baru dalam menghadapi situasi yang memerlukan kecepatan, ketepatan dan presisi.

Baca Juga: Perwira TNI AU Resmi Jabat Wakil Kepala Pusjarah TNI
”Latihan ini juga menjadi wadah bagi Prajurit Pandawa (Yonif 411) untuk mengasah keterampilan serta meningkatkan kerjasama tim dua angkatan bersenjata dalam menghadapi berbagai tantangan di medan tugas ke depan yang semakin beragam,” kata Wahyu. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































