HANKAM

TNI AU Gelar Pelatihan untuk Bangun Generative Safety Culture di Lingkungan Kerja

Workshop Safety Audit
Workshop Safety Audit, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digelar oleh TNI AU melalui Puslaiklambangjaau. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar pelatihan bagi para personelnya untuk membangun generative safety culture di lingkungan kerja.

Pelatihan mengusung tema “Workshop Safety Audit, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)” yang juga merepresentsaikan dua pilar utama pelatihan.

“ Safety audit merupakan proses evaluasi sistematis untuk memastikan bahwa pelaksanaan tugas dan operasi penerbangan berjalan sesuai standar keselamatan," tulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya dikutip Rabu (15/10).

Baca Juga: Tiga KRI Satkat Koarmada II Gelar Latihan di Perairan Ambalat

Sementara itu, K3 menjadi upaya perlindungan menyeluruh terhadap personel, peralatan, serta lingkungan kerja.

Dirlambangja Puslaiklambangjaau Marsma TNI Esron Sahat B. Sinaga,
Dirlambangja Puslaiklambangjaau Marsma TNI Esron Sahat B. Sinaga, mewakili Kapuslaiklambangjaau Marsda TNI Andi Wijaya, membuka Workshop Safety Audit, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). (Foto: Dok. Dispenau)

Pelatihan tersebut digelar di Pusat Kelaikan dan Keselamatan Terbang dan Kerja TNI Angkatan Udara (Puslaiklambangjaau), Jakarta, Senin (13/10) dan dibuka secara resmi oleh Dirlambangja Puslaiklambangjaau Marsma TNI Esron Sahat B. Sinaga, mewakili Kapuslaiklambangjaau Marsda TNI Andi Wijaya.

Dalam sambutan tertulisnya, Kapuslaiklambangjaau mengungkap bahwa pembangunan generative safety culture merupakan langkah penting dalam mewujudkan budaya keselamatan yang hidup serta melekat dalam setiap perilaku, karakter, dan etos kerja prajurit.

Baca Juga: Perwira TNI AU Resmi Jabat Wakil Kepala Pusjarah TNI

“ Generative Safety Culture menuntut kita untuk menjadikan keselamatan bukan sekadar slogan, melainkan budaya dalam berperilaku, berkarakter, dan beretos kerja dengan selalu mengutamakan keselamatan,” ujar Marsma TNI Andi.

Ia kemudian mengajak seluruh peserta untuk menjadikan hasil pelatihan ini sebagai langkah nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, serta produktif di lingkungan TNI Angkatan Udara. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.