Yonarmed 12 Kostrad Amankan Ratusan Senjata dan Munisi di Perbatasan RI-RDTL

Jakarta, IDM – Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad mengamankan 101 pucuk senjata, 355 butir munisi, dan 4 buah bahan peledak di perbatasan Indonesia-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).
Dilansir dari keterangan Penyonarmed 12 Kostrad, Jumat (25/9), barang sitaan tersebut langsung diserahkan kepada Danrem 161/WS Brigjen TNI Hendro Cahyono, sebagai bagian dari pertanggungjawaban Satgas atas hasil pelaksanaan tugas selama berada di wilayah perbatasan.
Baca Juga: 1.583 Casis Tamtama Lolos Seleksi TNI AD, Mayoritas Masuk Infanteri
"Barang bukti tersebut merupakan hasil perolehan selama pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan dan selanjutnya diserahkan kepada Komando Atas untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," tulis keterangan Yonarmed 12.
Sementara itu, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad Letkol Arm Erlan Wijatmoko mengatakan bahwa keberhasilan penindakan tersebut tidak terlepas dari kewaspadaan dan profesionalisme personel serta sinergi yang terjalin dengan masyarakat maupun aparat terkait selama pelaksanaan tugas.
Baca Juga: Kanada Tunjuk Perwakilan Militer Senior Indo Pasifik, Perkuat Kemitraan Strategis di Kawasan
"Kegiatan ini sekaligus menjadi gambaran hasil pelaksanaan tugas Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan, sekaligus memperkuat komitmen untuk terus menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah perbatasan RI-RDTL," tutup Erlan.
Untuk diketahui, masa tugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) TNI pada umumnya berlangsung selama 9 hingga 12 bulan (sekitar 9–12 bulan operasi lapangan).
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































