Yonarmed 11 Kostrad Kini Dipimpin Komandan Batalyon Baru

Jakarta, IDM – Tongkat komando Batalyon Armed 11 kini resmi berganti. Kini, Mayor Arm Ananto Kristowo ditunjuk Komandan Batalyon (Danyon) menggantikan Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra.
Kegiatan serah terima jabatan tersebut dipimpin Komandan Resimen Armed, Letkol Arm Rohmadi di Mako Yonarmed 11, Magelang, pada Sabtu (27/9).
Baca Juga: Perwira TNI AU Raih Penghargaan Distinction Level di National Defence College Thailand
Rohmadi, dalam pesannya, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Danyon sebelumnya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama menjabat.
“Pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika organisasi dan upaya pembinaan personel yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja satuan,” ujar Rohmadi dalam rilis yang diterima, Senin (29/9).
Kepada Komandan Batalyon yang baru, Rohmadi berpesan untuk selalu menjaga soliditas, disiplin, dan profesionalisme.
Baca Juga: Spesifikasi BTR-4 Marinir, Disiapkan Jadi Ikon Utama Upacara HUT TNI di Monas
“Saya berharap komandan baru dapat segera beradaptasi dan membawa semangat baru untuk menjadikan Yonarmed 11 Kostrad sebagai satuan yang semakin solid, responsif, dan profesional,” pesan Danmenarmed.
Serah terima jabatan ini tidak hanya mencerminkan regenerasi kepemimpinan di lingkungan Armed Kostrad, tetapi juga merupakan bentuk konsistensi dalam pembinaan dan kesinambungan komando demi mewujudkan satuan yang tangguh dan siap operasional. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































