WWF di Bali, 5 KRI hingga Penyelam TNI AL Latihan Pengamanan Laut

Jakarta, IDM – Lima unsur kapal perang atau KRI dari Koarmada II yang tergabung dalam unsur Satuan Tugas Laut Pengamanan (Satgasla VVIP) World Water Forum (WWF) ke-10, membentuk formasi dalam latihan photo exercise (photoex) di Perairan Bali, Selasa (21/5).
Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, di bawah komando Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo, kelima unsur kapal perang itu terdiri dari KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Ahmad Yani-351, KRI Layang-635, dan KRI Marlin-877.
Kemudian, dalam latihan photoex kali ini dilaksanakan pengambilan dokumentasi formasi dari lima unsur kapal perang jajaran Koarmada II dari udara, menggunakan helikopter milik Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), yaitu Panther HS-1311.
Baca Juga: Dankormar Lepas Keberangkatan Prajurit Yonif 6 Marinir ke Perbatasan Indonesia-Papua Nugini
Terpisah, prajurit Dinas Penyelaman Bawah Air (Dislambair) Koarmada II yang juga tergabung dalam unsur Satgasla VVIP WWF ke-10, melaksanakan kegiatan pemeriksaan bagian luar kapal di bawah garis air (underwater ships inspection) terhadap KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992.
Adapun kapal bantu rumah sakit milik TNI AL itu bertugas sebagai kapal merkas unsur satgas pengamanan laut. Selama berlangsungnya acara WWF ke-20, KRI Radjiman sandar di dermaga Benoa, Bali.

Adapun pada pengaman laut WWF ke-10 ini, Koarmada II mengerahkan tujuh kapal perang yang terdiri dari KRI RE Martadinata-331, KRI Ahmad Yani-351, KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Layang-635, KRI Tongkol-813, KRI Marlin-877, KRI Soeharso-990, dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992.
Selain pengerahan kapal perang, juga terdapat dua helikopter, perahu karet taktis atau searider, dan landing craft vehicle personnel atau sekoci pendarat amfibi.
Baca Juga: Marinir Siapkan Pasukan Penjaga 2 Pulau Terluar di Sumut dan Aceh

TNI menyiapkan 12.000 lebih prajurit dari tiga matra untuk pengamanan WWF ke-10. Para prajurit yang dikerahkan itu terbagi atas Satgas Pengamanan VVIP, Satgas Pengamanan Wilayah, Satgas Evakuasi, Satgas Medis, Satgas Laut (Satgasla), dan Satgas Udara (Satgasud).
WWF merupakan pertemuan skala dunia yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali dengan fokus utama ketahanan dan tata kelola air yang berkelanjutan. Forum itu melibatkan pemerintah berbagai negara, lembaga internasional, pemimpin politik, akademisi, pengusaha, dan organisasi masyarakat sipil.
Pada WWF ke-10 di Bali tahun ini bakal melibatkan perwakilan dari 172 negara dan terdiri atas 166 pertemuan yang terdiri dari berbagai tingkatan. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































