Wujudkan Postur Pertahanan AMPUH, TNI AU Matangkan Rencana Pembangunan Infrastruktur Lanud HND dan Lanud HLO

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar rapat “Koordinasi Pembangunan Sarana dan Prasarana Pangkalan” Lanud Sultan Hasanuddin (HND) dan Lanud Haluoleo (HLO) untuk mematangkan rencana pembangunan infrastruktur di kedua lanud tersebut.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi dan berlangsung di ruang rapat Wakasau, Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/1).
Baca Juga: Kolonel Edy Setyawan Resmi Jabat Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmada II
Dalam rapat tersebut, semua tahapan perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan dibahas secara terperinci agar setiap proses berjalan secara terukur dan dapat memenuhi berbagai kebutuhan operasional di kedua lanud tersebut.

Selain itu, perencanaan pembangunan diarahkan untuk memperkuat daya dukung pangkalan dalam mewujudkan pertahanan udara yang modern.
Baca Juga: Pascabentrok, TNI AD dan Brimob di Buton Gelar Makan Bersama
Adapun fasilitas yang menjadi fokus pengembangan meliputi pembangunan shelter, hanggar, serta berbagai sarana dan prasarana pendukung lainnya.
“Dengan pengembangan ini, TNI AU menargetkan terciptanya postur pertahanan udara yang adaptif, modern, profesional, dan unggul (AMPUH), sehingga mampu merespons dinamika ancaman serta menjaga kedaulatan wilayah udara nasional,” ungkap Tedi dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Rabu (7/1). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































