HANKAM

Pascabentrok, TNI AD dan Brimob di Buton Gelar Makan Bersama

Prajurit Yonif TP 871:Lamaindo
Kebersamaan Prajurit Yonif TP 871/Lamaindo dan Batalion B Pelopor Brimob Polda Sulawesi Tenggara pascabentrok beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Kodam XIV/Hasanuddin)

Jakarta, IDM – Pascabentrok, Prajurit Yonif TP 871/Lamaindo dan Batalion B Pelopor Brimob Polda Sulawesi Tenggara sepakat berdamai. Para pimpinan masing-masing satuan bersama para prajurit menggelar pertemuan dan duduk satu tenda makan bersama.

Seperti tampak pada unggahan foto-foto yang dibagikan Penkodam XIV/Hasanuddin dilihat Rabu (7/1), tampak suasana keakraban hadir di antara para prajurit. Berseragam lengkap mereka duduk berbaur bersama.

Baca Juga: Posko Kesehatan Lanud Sultan Iskandar Muda Terus Layani Warga Terdampak Bencana

Pertemuan perdamaian tersebut diinisiasi oleh Dandim 1413/Buton Letkol Inf Arif Nofiyanto, Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha, serta Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, dan dihadiri seluruh prajurit Yonif TP 871/Lamaindo dan personel Batalion B Pelopor Brimob Polda Sulawesi Tenggara, sebagai wujud sinergi TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Prajurit Yonif TP 871:Lamaindo dan Brimob
(Foto: Dok. Kodam XIV/Hasanuddin)

Ketiga pimpinan yaitu Kapolres Buton, Bupati dan Dandim 1413/Buton menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi murni disebabkan oleh kesalahpahaman di lapangan.

Prajurit Yonif TP 871:Lamaindo dan Brimob
(Foto: Dok. Kodam XIV/Hasanuddin)

“Alhamdulillah, bersama Bupati dan Kapolres, kami telah mempertemukan seluruh pihak dan sepakat bahwa kesalahpahaman ini telah diselesaikan. Hari ini mereka bisa duduk bersama, bersilaturahmi, dan kami mengingat aparat TNI-Polri harus mewujudkan keamanan dan ketertiban Buton Selatan semakin aman dan kondusif,” ujar Dandim 1413/Buton, Letkol Arif Nofiyanto.

Baca Juga: KRI Silas Papare Sandar di Lampung, Dukung Operasi Beladau Sakti-26

Sementara itu, Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios mengapresiasi kedewasaan seluruh pihak dalam menyikapi insiden tersebut.

“Alhamdulillah kita sudah tidak melihat gesekan seperti kemarin, itu sebenarnya cuma kesalahpahaman, tetapi Alhamdulillah dengan pertemuan hari ini mereka begitu bersatu, rasa kekeluargaan lebih tinggi, tidak ada lagi perbedaan di antara prajurit," tegasnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.