Warga Merauke Serahkan Senpi Rakitan dan Munisi ke TNI

Jakarta, IDM - Seorang warga dari warga Distrik Sota, Kabupaten Merauke menyerahkan 1 senjata api (senpi) rakitan dan 2 butir munisi kaliber 9 mm kepada Satgas Pamtas Statis Yonif 726/Tamalatea, Sabtu (27/1/2024).

Baca Juga: Satgas Port Visit Mesir Paparkan Aturan Lintasi Laut pada Personel KRI Radjiman
Dansatgas Yonif 726/Tamalatea, Letkol Inf Anta Sihotang mengatakan penyerahan ini terjadi berkat pendekatan teritorial dan humanis, Satgas Yonif 726/Tamalatea yang diserahkan warga tersebut kepada Sertu Musliadi (Danpos) di Pos Wamp.

"Proses mendapatkan senjata ini membutuhkan waktu sekitar 6 bulan, dengan komunikasi sosial yang tulus. Identitasnya masih dirahasiakan, namun dia tergerak hatinya untuk menyerahkan senjata turun temurun dari kakek neneknya, yang diperkirakan sudah lebih dari 30 tahun lamanya," kata Letkol Inf Anta.
Ia menjelaskan dalam pendekatan Danpos Wamp memberikan pemahaman bahwa kepemilikan senjata api harus mematuhi perundang-undangan yang berlaku, sanksi pidana akan diberlakukan bagi yang memiliki atau menggunakan senjata secara ilegal. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































