Warga Jeneponto Antusias Sambut 250 Peterjun Kostrad yang Turun dari Langit

Jakarta, IDM - Pagi itu warga di Kecamatan Palantikang, Kabupaten Jeneponto antusias menyambut 250 peterjun yang ikut serta dalam latihan Terjun Penyegaran (Jungar) Statik dengan menggunakan Pesawat Hercules C-130 dari SKADRON Udara 33 Lanud Hasanuddin.

Mereka sudah menunggu di daerah persawahan. Ini adalah hiburan perdana mereka melihat langsung para peterjun dari Yonif Para Raider 432 Divif 3 Kostrad ini.
Danyonif Para Raider 432/WSJ Mayor Inf Tinton Amin Putra mengatakan bahwa terjun statik ini baru pertama kali diadakan di Kabupaten Jeneponto, kami merasa bangga dan terhormat karena antusias dari masyarakat yang sangat tinggi bahkan para siswa/siswi di sekolah diliburkan untuk sekedar menyaksikan aksi para prajurit Waspada.

Baca: Dukung Latihan Air Refueling F-16 TNI AU, Ini Spesifikasi Pesawat Boeing KC-135 Milik AS
"Terjun ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun, dimana setiap tahun ada dua penerjunan yaitu terjun penyegaran dan terjun taktis. Yonif Para Raider 432/WSJ yang merupakan satuan jajaran Kostrad yang memiliki kualifikasi Para maka dari itu setiap prajuritnya wajib melaksanakan terjun payung," katanya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































