Warga Apresiasi TNI AD, Bangun Jembatan di Wonogiri Hanya 1 Bulan

Jakarta, IDM – Warga di Dusun Bulak dan Dusun Pengkol, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, antusias menyambut kembali dibukanya Jembatan Sungai Keduang 2 yang rusak diterjang banjir 15 Desember 2025 lalu.
Dilansir dari keterangan Penpusziad, Sabtu (17/1), TNI AD hanya butuh waktu satu bulan menyelesaikan perbaikan jembatan ini.
Baca Juga: TNI Hadirkan Solusi Air Bersih melalui Inovasi Water Treatment
"Sebagai respons cepat, TNI Angkatan Darat segera mengerahkan personel untuk melaksanakan pembangunan kembali jembatan guna memulihkan akses vital masyarakat. Pembangunan Jembatan Sungai Keduang 2 dilaksanakan secara cepat, terukur, dan mengedepankan faktor keselamatan agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga," tulis keterangan Penpusziad.
Kini akses warga menuju lahan pertanian, fasilitas umum, serta aktivitas pendidikan kini dapat kembali berjalan normal dan aman.
Baca Juga: Kapten Ravega, Perwira TNI AL Pertama di NDA Jepang yang Borong Penghargaan Sains
"Penyelesaian pembangunan Jembatan Sungai Keduang 2 menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat, khususnya dalam pemulihan infrastruktur pascabencana," tulis Penpusziad. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































