Wapres Disambut Pangdam XVII/Cenderawasih di Papua, Akan Kunker Selama 4 Hari

Jakarta, IDM – Wakil presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja (kunker) di Papua. Kedatangan Wapres langsung disambut Pangdam XVII/Cenderawasih bersama Forkopimda hari Senin (3/6/2024) kemarin sekitar pukul 17.50 Wit.
Baca Juga: Marinir Temukan Kapal Pengebom Ikan Ilegal di Pulau Deli Banten
Menurut Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan tujuan kedatangan Wapres ke Papua ini adalah untuk melakukan serangkaian agenda kerja guna memperkuat program pembangunan dan kesejahteraan di wilayah Papua.
"Agenda kerja Wapres tersebut akan berlangsung selama empat hari ke depan, tepatnya hingga Jumat (7/6)," kata Kapendam dikutip keterangannya, Selasa, (4/6).
Baca Juga: Usai Latihan Pratugas, Prajurit Marinir Siap Amankan 3 Pulau Terluar Wilayah Timur
Kedatangan Wapres didampingi oleh Ibu Hj. Wury, Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, PIh. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan Suprayoga Hadi, serta beberapa Staf Khusus (Stafsus) serta para tim ahli Wapres. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































